November 26, 2008

ki-ra-na



KIRANA PARIKESIT SATRIANI


sebuah nama untuk anak perempuanmu kelak...


------------

'kalau nanti aku punya anak perempuan, aku bakal kasih nama Kirana...'
'kenapa?karena kamu suka Dewa19?haha...'
'ga tau, aku suka aja sama nama itu...dari dulu...'
'belakangnya mesti ada Satria nya... Kirana bla bla bla Satria...'
'nama kamu nya mana?'
'uhmm...ya udah, klo gitu Satria nya jadi Satriani... Satria+Giani...nama aku sama kamu kan... heuheu...'
'haha...kaya Joe Satriani dong...'
'iya bener...y udah gapapa lah bagus kan...'

tiba-tiba aku teringat perbincanganku dengan Kakang beberapa waktu silam. ketika kami sedang gemar membicarakan tentang nama. nama aku, nama Kakang, dan bercerita tentang nama impian kami berdua untuk anak-anak kami kelak. ketika itu Kakang bersikeras memilih nama Kirana untuk anak perempuannya. entah mendapat ide darimana Kakang pilih nama itu. bahkan ketika aku bertanya arti dari Kirana, Kakang sendiri pun tak punya jawabannya. ketika itu dugaanku hanya satu. karena Kakang suka Dewa19. heuheu...salah satu hits single Dewa19 yang booming pada masanya adalah lagu yang berjudul Kirana. ternyata dugaanku salah, Kakang bilang punya nama itu sebelum dia kenal lagu Kirana.
setelah Kirana dijadikan nama depan, maka kami melanjutkan diskusi tentang nama tersebut. aku memberikan saran bahwa nama belakang Kirana harus mengandung unsur nama Kakang yaitu Satria. maka Satria akan menjadi nama belakang Kirana. untuk lebih mengkombimasikan antara nama Kakang dan aku, maka jadilah Satriani, gabungan dari Satria dan Giani, nama belakangku. aku ingin menambahkan satu lagi nama sebagai nama tengah Kirana, hanya saja, diskusi kami selalu mentok diseputar Kirana dan Satriani.
nama tengah Kirana masih belum kami dapati. sampai suatu ketika aku dan Kakang memutuskan untuk berpisah sebelum kami 'menghasilkan' Kirana dalam wujud nyata, nama Kirana masih saja kami bahas. meski Kirana datang dari Kakang, namun ketika itu entah kenapa aku begitu menginginkan nama Kirana menjadi nama anakku kelak. aku sudah jatuh hati pada nama itu. hingga aku memberanikan diri meminta nama itu pada Kakang.

'nama kirana, boleh buat nama anakku aja ya...'
'boleh...silahkan aja...'
'kalau nanti kamu ketemu anak perempuan yang namanya Kirana, kamu harus curiga dia anakku ya Kang...kamu juga boleh kasih nama Kirana buat anak kamu'
'iya...'

sekarang aku sudah punya nama tengah itu. nama tengah untuk Kirana. Parikesit Kang, nama tengah untuk Kirana. menurut silsilah pewayangan Jawa dan juga cerita Mahabrata, Parikesit itu adalah putra dari seorang ksatria yang namanya sama dengan nama Kakang. nama Parikesit ini aku peroleh dari hasil searching di Wikipedia. kini aku juga tahu apa arti nama Kirana dan sepertinya Kakang pun harus tahu. dengan modal searching sana-sini, dapatlah aku arti nama Kirana. bahwa Kirana mempunyai arti elok, molek, cantik. dan ketika aku iseng mengetik 'Kirana' di 'Linguist' keluarlah arti dalam bahasa Inggris 'ray' or 'beautiful'. maka aku semakin jatuh hati akan nama Kirana.

------------


November 25, 2008

'i will' and mr.cool

'tau lagu i will?'
'uhmm...'
'i will nya the beatles'
'uhmm...tau tau, yg dijadiin closingnya sinetron lupus kan?'

sebuah flashback. tiba tiba aku teringat kejadian beberapa tahun lalu sekitar tahun 2000. ketika kami masih sama-sama duduk di bangku sma. ketika itu mr.cool mengajak aku 'jalan', mungkin bisa dibilang sebuah kencan. diperjalanan pulang, dia bertanya padaku tentang lagu i will yang dinyanyikan the beattles (tau kan lagunya?pasti pada hafal deyh semua liriknya).

ketika itu aku berlagak tahu lagu tersebut. okey, aku memang tahu lagu itu, tapi aku enggak pernah tahu lirik lagu itu. hingga suatu hari di awal tahun 2003, aku baru tahu dengan jelas lirik lagu itu. dan baru ketika itu pula aku 'ngeh' kenapa hari itu, suatu hari di tahun 2000, my mr.cool bertanya tentang lagu i will.

if i could turn back time, jika saja aku tahu isi lagu i will itu ketika mr.cool bertanya padaku, jika saja aku tahu maksud lagu itu ketika mr.cool memintaku untuk menjadi kekasihnya (lagi). mungkin saja dari dulu hingga sekarang, hanya aku yang menghuni hatinya si mr.cool. silly thing, when you realize something but it's too late for you to realize. percuma aku tahu lagu i will-hingga akhirnya aku hafal dan fasih menyanyikannya-karena aku menyadarinya setelah selang 3 tahun berlalu. saat ketika mr.cool sudah dikelilingi kupu-kupu yang berasal dari taburan kasih sayang perempuan lain. saat dimana aku yang hanya bisa berkata bodoh pada diriku sendiri. dan saat dimana aku, yang menjadi terobsesi untuk membalas semua kebodohanku karena dulu dengan tegas menolak mr.cool hanya karena aku tidak tahu lirik lagu i will. kalau saja aku tahu mr.cool sudah berusaha sekeras itu menyampaikan maksud hatinya.

mr.cool...
tiga kali memintaku menjadi kekasihnya. memintaku berada disisinya untuk menjadi seseorang yang dia kasihi dan sayangi. tiga kali dimana dia dalam keadaan menyayangiku, dan setulus hati memohonku menjalani hari bersamanya.
tiga kali pula dia menyampaikannya lewat tulisan. tak satupun yang terucap langsung dari mulutnya meski kesempatan itu ada. tiga kali pula aku hanya bisa membayangkan wajah dan ekspresinya ketika mengatakan "maukah kamu menjadi kekasihku?". usahanya yang terberat justru malah yang tak menghasilkan apapun selain tangan hampa dan kecewa karena kutolak. ketika dia menyuratiku untuk kali yang kedua.
aku tidak tahu perasaanku terhadap mr.cool ini apa namanya. yang jelas, setiap kali dia dekat, aku seakan-akan menyiakannya. sementara begitu dia jauh, justru aku rindu berada didekatnya. aku juga tidak tahu pasti perasaan dia padaku seperti apa. yang jelas, ketika aku berusaha untuknya, yang ada adalah dia yang tak bergeming. dan saat aku angkuh, dia selalu ada untuk memintaku.

November 18, 2008

kuliah vs kerja

kalo kata aku, ketika kuliah itu kita bukan semata-mata belajar agar mendapat IPK besar, dan cari kerja gampang, dengan gaji yang besar. bukan semata-mata untuk itu.

walaupun baru lulus kuliah 2 tahun, dan setelah mengalami kehidupan 'bekerja', baru dirasakan lah, bahwa kuliah itu sangat banyak membentuk kepribadian dan menempa mental.
suasana kuliah yang keras, bikin jadi tahan mental (walaupun pas ngalaminnya mah nangis melulu). tugas-tugas segambreng melatih sikap kooperatif dan kerjasama yang bagus banget (secara semuanya rela bantuin ngerjain tugas gw klo gw udah mulai mewek :D ). semangat kekeluargaan pun benar-benar terasah. sama temen udah berasa sodara sendiri saking deketnya (secara kalo udah malem, selalu minta anterin pulang krmh wkwkwk). jiwa sosialisasi yang lebih serius dilatih juga dengan ngikutin organisasi2 dan sering jadi panitia kalo ada acara di kampus semisal ospek atau pekan olahraga. belum lagi, tata cara interaksi dengan dosen-dosen yang ga semuanya lancar. mulai lah belajar solving problem yang cukup berat dan meres otak. bagian bikin tugas akhir yang paling ditakuti. dan mbikin tersenyum bangga setelah berhasil melaluinya. giliran sibuk nyari kerja, mulai lah otak berpikir keras lagi(gmn caranya dapet duit dr mamah, pdhl udah g kuliah). serta mengatur strategi (strategi gmn caranya selalu dikasih tau lowongan kerja ama tmn..haha secara saya jarang k kampus).

setahun pertama kerja, interaksi masih meliputi orang-orang baru yang dikenal di kantor. masih merasa nyaman dengan keadaan baru bekerja. menikmati menjadi pekerja yang punya uang sendiri, bisa beli apa-apa sendiri sakarep dhewe! disertai tanggung jawab penuh terhadap diri sendiri tentunya. memasuki tahun kedua, mental yang sudah dilatih waktu kuliah, lebih tertempa lagi di tempat kerja. interaksi dengan orang yang totally different. kalau waktu kuliah, semua orang itu nyaris sepantara, sementara, yang namanya 'temen' di tempat kerja itu bisa jadi umurnya lebih tua dibanding orangtua sendiri. sempet bingung bagaimana caranya mingle. apalagi di kantorku, lumayan banyak expat juga. secara perusahaan multinasional. lagi-lagi, skill bersosialisasi kembali teruji.

awal taun 2008 ini, kembali aku teruji. ditransfer ke balikpapan. kota antah berantah di kalimantan. yang walaupun bagus kotanya, tetep ajah mesti nyebrang lautan buat mencapainya. merasa terjebak. takut g bisa pulang. merasa diasingkan. time goes by... teman-teman baru di balikpapan ngasih gw pengalaman baru lagi. semakin mengenal banyak orang, gw rasa secara tidak langsung membuat kita ter-upgrade.9 bulan di balikpapan, tiba-tiba dihadapkanlah gw pada interaksi dengan teman-teman lama. bermacam-macam. yang udah nikah, punya anak, kerja, dan beberapa yang masih kuliah. mengenal dan dekat dengan teman lama serta banyak berinteraksi dengan mereka membuat gw punya pandangan baru. dengan tanpa maksud mendiskriminasikan atau apapun itu namanya, atau mungkin hanya kebetulan terjadi sama gw. walaupun umur gw dan teman2 itu sama, tapi bila dikomparasi antara yang sudah bekerja dan masih kuliah, dan juga dengan yang sudah punya anak, ternyata bisa sangat jauh berbeda. pastinya banyak faktor penyebabnya. terutama buat yang punya anak. namun, bagi para lelajang ini, awalnya saya kira sama. saya pun tak pernah sama sekali mendiskriminasikan. cuman lama-lama. ya ko terasa memang beda. cara menyikapi sesuatu, jelas beda. cara pendang terhadap sesuatu, juga tampak terlihat bedanya. saya sendiri tidak begitu merasakan signifikansi pada awalnya. apalagi bila menyangkut sosialisasi biasa dengan teman2. namun, bila yang terjadi sudah menyangkut dan ada kaitannya dengan kelangsungan masa depan saya, ko malah makin terasa yah jomplangnya.

saya pikir hanya masalah toleransi. tapi ternyata, ego sebagai seorang manusia punya peran juga. saya sebenarnya tak mau memperuncing bedanya ini. tapi semakin dirasa dan ditelaah secara logis, ko malah semakin kentara.

ah sudah cukup lah kalau gitu saya menelaah. yang dikhawatirkan saya menjadi tidak bisa lagi toleran terhadap si orang satu ini. lagipula bukan semata-mata salahnya juga kan blm 'dewasa' dan mempunyai pola pikir yg mungkin memang masih berbeda dengan saya, si perantau dari bandung.

*bahaya bgt y gw posting ini, siap2 dicerca!!!!kabuuuuurrrrr

November 17, 2008

a letter to Allah

dear Allah,
(untukku)
jadikanlah cobaan ini sebagai satu jalan untukku meraih ridhoMu,
jadikanlah cobaan ini sebagai penebus kesalahan-kesalahan ku,
jadikanlah cobaan ini sebagai ujian untukku mencapai 'level' yang lebih tinggi di hadapanMu.
bukakanlah hatiku selebar-lebarnya,
lapangkanlah hatiku seluas-luasnya...

dear Allah,
(untuknya)
limpahkanlah curahan kasihMu untuknya,
balaslah semua kebajikannya dengan kebahagiaan yang berlimpah,
perkuatlah imannya agar senantiasa santun dihadapanMu,
semoga apa yang telah dia 'tularkan' kepadaku, menjadi satu catatan dalam daftar amal baiknya dan menjadi pahala untuknya.
kesalahan yang diperbuatnya, semata-mata karenaku, bukan karena niat buruknya.
permudahkankanlah jalannya untuk membahagiakan orangtuanya,
permudahkanlah jalannya mencapai ridhoMu.
bukakanlah hatinya selebar-lebarnya,
lapangkanlah hatinya seluas-luasnya...

dear Allah,
ikhlaskanlah hati kami...

amin

November 12, 2008

bintang


Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).

Menurut ilmu astronomi, definisi bintang adalah:
“Semua benda masif (bermassa
antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir.”

---------------
entah itu bercahaya sendiri atau tidak, bintang darimu tetap nyata bagiku

November 11, 2008

lembayung senja

semburat lembayung kuning menyeruak ditengah langit kelabu

perlahan sirna di langit barat, berganti jingga yang temaram

lekat kupandangi tiap celahnya, hingga pedih menyentuh mata

eloknya tak dapat kubuai,

temaramnya tak kuasa ku sibak

kubiarkan malam datang mendesir,

lembut menyapa tepian jiwa yang rentan

November 10, 2008

13

13, angka tigabelas

mitos mengatakan kalau angka ini adalah angka sial. angka yang dihindari setiap orang. tak ada lantai 13, tak ada bangku nomor 13. namun bagi kami, angka ini dapat dibilang sebagai angka keramat dan sakral. angka yang memiliki arti khusus dalam perjalanan kehidupan kami.

---------

pagi itu upacara adat pernikahan sepupu kami yang biasa kami panggil teteh. karena teteh adalah sepupu dari pihak saya, maka upacara adat yang berlangsung pun memakai adat sunda. dalam serangkaian upacara pernikahan adat sunda, ada salah satu bagian yang dinamakan 'saweran'. bukan saweran seperti penyanyi dangdut yang diberi uang oleh penontonnya, tapi saweran disini adalah melemparkan uang-uang recehan pada para tamu undangan yang menyaksikan prosesi upacara adat. begitulah kira-kira lebih kurangnya.

ketika itu uang receh berupa koin yang dibagikan adalah kepingan uang rupiah bernilai 100, 200, 500, dan 1000. dengan sedikit modifikasi khas keluarga kami, beberapa dari koin-koin tersebut ditempeli nomor yang dapat ditukar dengan berbagai macam hadiah langsung. semacam doorprize. kebanyakan, yang paling bersemangat adalah anak-anak kecil. karena bagi mereka, sekeping pun begitu berharga. lumayan untuk tambah uang jajan. namun demikian, euforia tak hanya dirasakan anak-anak kecil itu. tapi semua orang yang hadir ikut serta meramaikan meriahnya prosesi saweran. begitu pun kami.

antusias, saya berdiri di depan petugas yang akan melempar sawer. sementara dia berdiri sedikit jauh di belakang. lemparan pertama, sontak kami terkejut. saya berhasil mengambil koin rp.200 yang bernomor. alhamdulillah, bisa ditukar dengan doorprize yang bernilai lebih tinggi dari koin 200. dan lagi dan lagi, saya mengais beberapa koin yang tercecer di tanah. berebut dengan para keponakan.

saya mendapat beberapa koin dan dia juga. dia yang tinggi menambah hasil perolehan koin-koin dengan mengais koin yang tersangkut di kain penutup penganten. kain yang berada di tempat tinggi, tak ada yang mampu mencapainya selain dia. setelah saya menukarkan koin berangka dengan doorprize berupa handuk kecil warna biru, dan setelah membagikan beberapa koin kepada para keponakan, kami menghitung hasil saweran yang kami peroleh.

jumlahnya 13,000. terdiri dari 3 keping uang 1000, dan 20 keping uang 500. tigabelas ribu rupiah. harta pertama kami. uang sakral. yang bagi kami begitu berharganya.

'13 ribu...kenapa msti 13 ya?'
'gak apa-apa, bagi kita mungkin ini jadi angka keberuntungan'
'kamu yang simpen ya, nanti kita beli celengannya'
'iya, sementara biar dimasukin celenganku yang gak kepake ya...'
'harta bersama pertama kita...'
'gak boleh dipake, uang sakral'

dan senyum pun mengembang dari bibir kami.

---------
harta bersama pertama kami. hasil usaha kami sendiri. walaupun dengan usaha dan hasil yang tak seberapa, semoga dapat menjadi awal yang baik. sebagai simbol, bahwa kami pernah bersama-sama berusaha dan bekerja sama. masih tersimpan angka 13 itu dimeja kamar. didalam tempat yang aman. dan tak ada orang lain yang boleh menyentuhnya.

13 kami...
*hasil penghitungan terakhir, ternyata jumlah uangnya bukan 13K, tp12.5K... i think we have the better number.hehe...aaahhh believe in myth :D

helaian asa



rajutan itu terurai kembali

menjadi helaian benang-benang asa

terberai berwarnakan pilu


rajutan itu terurai kembali

kehilangan bentuknya yang elok

tercecer di sela-sela harap dan penantian