November 10, 2008

13

13, angka tigabelas

mitos mengatakan kalau angka ini adalah angka sial. angka yang dihindari setiap orang. tak ada lantai 13, tak ada bangku nomor 13. namun bagi kami, angka ini dapat dibilang sebagai angka keramat dan sakral. angka yang memiliki arti khusus dalam perjalanan kehidupan kami.

---------

pagi itu upacara adat pernikahan sepupu kami yang biasa kami panggil teteh. karena teteh adalah sepupu dari pihak saya, maka upacara adat yang berlangsung pun memakai adat sunda. dalam serangkaian upacara pernikahan adat sunda, ada salah satu bagian yang dinamakan 'saweran'. bukan saweran seperti penyanyi dangdut yang diberi uang oleh penontonnya, tapi saweran disini adalah melemparkan uang-uang recehan pada para tamu undangan yang menyaksikan prosesi upacara adat. begitulah kira-kira lebih kurangnya.

ketika itu uang receh berupa koin yang dibagikan adalah kepingan uang rupiah bernilai 100, 200, 500, dan 1000. dengan sedikit modifikasi khas keluarga kami, beberapa dari koin-koin tersebut ditempeli nomor yang dapat ditukar dengan berbagai macam hadiah langsung. semacam doorprize. kebanyakan, yang paling bersemangat adalah anak-anak kecil. karena bagi mereka, sekeping pun begitu berharga. lumayan untuk tambah uang jajan. namun demikian, euforia tak hanya dirasakan anak-anak kecil itu. tapi semua orang yang hadir ikut serta meramaikan meriahnya prosesi saweran. begitu pun kami.

antusias, saya berdiri di depan petugas yang akan melempar sawer. sementara dia berdiri sedikit jauh di belakang. lemparan pertama, sontak kami terkejut. saya berhasil mengambil koin rp.200 yang bernomor. alhamdulillah, bisa ditukar dengan doorprize yang bernilai lebih tinggi dari koin 200. dan lagi dan lagi, saya mengais beberapa koin yang tercecer di tanah. berebut dengan para keponakan.

saya mendapat beberapa koin dan dia juga. dia yang tinggi menambah hasil perolehan koin-koin dengan mengais koin yang tersangkut di kain penutup penganten. kain yang berada di tempat tinggi, tak ada yang mampu mencapainya selain dia. setelah saya menukarkan koin berangka dengan doorprize berupa handuk kecil warna biru, dan setelah membagikan beberapa koin kepada para keponakan, kami menghitung hasil saweran yang kami peroleh.

jumlahnya 13,000. terdiri dari 3 keping uang 1000, dan 20 keping uang 500. tigabelas ribu rupiah. harta pertama kami. uang sakral. yang bagi kami begitu berharganya.

'13 ribu...kenapa msti 13 ya?'
'gak apa-apa, bagi kita mungkin ini jadi angka keberuntungan'
'kamu yang simpen ya, nanti kita beli celengannya'
'iya, sementara biar dimasukin celenganku yang gak kepake ya...'
'harta bersama pertama kita...'
'gak boleh dipake, uang sakral'

dan senyum pun mengembang dari bibir kami.

---------
harta bersama pertama kami. hasil usaha kami sendiri. walaupun dengan usaha dan hasil yang tak seberapa, semoga dapat menjadi awal yang baik. sebagai simbol, bahwa kami pernah bersama-sama berusaha dan bekerja sama. masih tersimpan angka 13 itu dimeja kamar. didalam tempat yang aman. dan tak ada orang lain yang boleh menyentuhnya.

13 kami...
*hasil penghitungan terakhir, ternyata jumlah uangnya bukan 13K, tp12.5K... i think we have the better number.hehe...aaahhh believe in myth :D

No comments: