November 25, 2008

'i will' and mr.cool

'tau lagu i will?'
'uhmm...'
'i will nya the beatles'
'uhmm...tau tau, yg dijadiin closingnya sinetron lupus kan?'

sebuah flashback. tiba tiba aku teringat kejadian beberapa tahun lalu sekitar tahun 2000. ketika kami masih sama-sama duduk di bangku sma. ketika itu mr.cool mengajak aku 'jalan', mungkin bisa dibilang sebuah kencan. diperjalanan pulang, dia bertanya padaku tentang lagu i will yang dinyanyikan the beattles (tau kan lagunya?pasti pada hafal deyh semua liriknya).

ketika itu aku berlagak tahu lagu tersebut. okey, aku memang tahu lagu itu, tapi aku enggak pernah tahu lirik lagu itu. hingga suatu hari di awal tahun 2003, aku baru tahu dengan jelas lirik lagu itu. dan baru ketika itu pula aku 'ngeh' kenapa hari itu, suatu hari di tahun 2000, my mr.cool bertanya tentang lagu i will.

if i could turn back time, jika saja aku tahu isi lagu i will itu ketika mr.cool bertanya padaku, jika saja aku tahu maksud lagu itu ketika mr.cool memintaku untuk menjadi kekasihnya (lagi). mungkin saja dari dulu hingga sekarang, hanya aku yang menghuni hatinya si mr.cool. silly thing, when you realize something but it's too late for you to realize. percuma aku tahu lagu i will-hingga akhirnya aku hafal dan fasih menyanyikannya-karena aku menyadarinya setelah selang 3 tahun berlalu. saat ketika mr.cool sudah dikelilingi kupu-kupu yang berasal dari taburan kasih sayang perempuan lain. saat dimana aku yang hanya bisa berkata bodoh pada diriku sendiri. dan saat dimana aku, yang menjadi terobsesi untuk membalas semua kebodohanku karena dulu dengan tegas menolak mr.cool hanya karena aku tidak tahu lirik lagu i will. kalau saja aku tahu mr.cool sudah berusaha sekeras itu menyampaikan maksud hatinya.

mr.cool...
tiga kali memintaku menjadi kekasihnya. memintaku berada disisinya untuk menjadi seseorang yang dia kasihi dan sayangi. tiga kali dimana dia dalam keadaan menyayangiku, dan setulus hati memohonku menjalani hari bersamanya.
tiga kali pula dia menyampaikannya lewat tulisan. tak satupun yang terucap langsung dari mulutnya meski kesempatan itu ada. tiga kali pula aku hanya bisa membayangkan wajah dan ekspresinya ketika mengatakan "maukah kamu menjadi kekasihku?". usahanya yang terberat justru malah yang tak menghasilkan apapun selain tangan hampa dan kecewa karena kutolak. ketika dia menyuratiku untuk kali yang kedua.
aku tidak tahu perasaanku terhadap mr.cool ini apa namanya. yang jelas, setiap kali dia dekat, aku seakan-akan menyiakannya. sementara begitu dia jauh, justru aku rindu berada didekatnya. aku juga tidak tahu pasti perasaan dia padaku seperti apa. yang jelas, ketika aku berusaha untuknya, yang ada adalah dia yang tak bergeming. dan saat aku angkuh, dia selalu ada untuk memintaku.

No comments: