November 18, 2008

kuliah vs kerja

kalo kata aku, ketika kuliah itu kita bukan semata-mata belajar agar mendapat IPK besar, dan cari kerja gampang, dengan gaji yang besar. bukan semata-mata untuk itu.

walaupun baru lulus kuliah 2 tahun, dan setelah mengalami kehidupan 'bekerja', baru dirasakan lah, bahwa kuliah itu sangat banyak membentuk kepribadian dan menempa mental.
suasana kuliah yang keras, bikin jadi tahan mental (walaupun pas ngalaminnya mah nangis melulu). tugas-tugas segambreng melatih sikap kooperatif dan kerjasama yang bagus banget (secara semuanya rela bantuin ngerjain tugas gw klo gw udah mulai mewek :D ). semangat kekeluargaan pun benar-benar terasah. sama temen udah berasa sodara sendiri saking deketnya (secara kalo udah malem, selalu minta anterin pulang krmh wkwkwk). jiwa sosialisasi yang lebih serius dilatih juga dengan ngikutin organisasi2 dan sering jadi panitia kalo ada acara di kampus semisal ospek atau pekan olahraga. belum lagi, tata cara interaksi dengan dosen-dosen yang ga semuanya lancar. mulai lah belajar solving problem yang cukup berat dan meres otak. bagian bikin tugas akhir yang paling ditakuti. dan mbikin tersenyum bangga setelah berhasil melaluinya. giliran sibuk nyari kerja, mulai lah otak berpikir keras lagi(gmn caranya dapet duit dr mamah, pdhl udah g kuliah). serta mengatur strategi (strategi gmn caranya selalu dikasih tau lowongan kerja ama tmn..haha secara saya jarang k kampus).

setahun pertama kerja, interaksi masih meliputi orang-orang baru yang dikenal di kantor. masih merasa nyaman dengan keadaan baru bekerja. menikmati menjadi pekerja yang punya uang sendiri, bisa beli apa-apa sendiri sakarep dhewe! disertai tanggung jawab penuh terhadap diri sendiri tentunya. memasuki tahun kedua, mental yang sudah dilatih waktu kuliah, lebih tertempa lagi di tempat kerja. interaksi dengan orang yang totally different. kalau waktu kuliah, semua orang itu nyaris sepantara, sementara, yang namanya 'temen' di tempat kerja itu bisa jadi umurnya lebih tua dibanding orangtua sendiri. sempet bingung bagaimana caranya mingle. apalagi di kantorku, lumayan banyak expat juga. secara perusahaan multinasional. lagi-lagi, skill bersosialisasi kembali teruji.

awal taun 2008 ini, kembali aku teruji. ditransfer ke balikpapan. kota antah berantah di kalimantan. yang walaupun bagus kotanya, tetep ajah mesti nyebrang lautan buat mencapainya. merasa terjebak. takut g bisa pulang. merasa diasingkan. time goes by... teman-teman baru di balikpapan ngasih gw pengalaman baru lagi. semakin mengenal banyak orang, gw rasa secara tidak langsung membuat kita ter-upgrade.9 bulan di balikpapan, tiba-tiba dihadapkanlah gw pada interaksi dengan teman-teman lama. bermacam-macam. yang udah nikah, punya anak, kerja, dan beberapa yang masih kuliah. mengenal dan dekat dengan teman lama serta banyak berinteraksi dengan mereka membuat gw punya pandangan baru. dengan tanpa maksud mendiskriminasikan atau apapun itu namanya, atau mungkin hanya kebetulan terjadi sama gw. walaupun umur gw dan teman2 itu sama, tapi bila dikomparasi antara yang sudah bekerja dan masih kuliah, dan juga dengan yang sudah punya anak, ternyata bisa sangat jauh berbeda. pastinya banyak faktor penyebabnya. terutama buat yang punya anak. namun, bagi para lelajang ini, awalnya saya kira sama. saya pun tak pernah sama sekali mendiskriminasikan. cuman lama-lama. ya ko terasa memang beda. cara menyikapi sesuatu, jelas beda. cara pendang terhadap sesuatu, juga tampak terlihat bedanya. saya sendiri tidak begitu merasakan signifikansi pada awalnya. apalagi bila menyangkut sosialisasi biasa dengan teman2. namun, bila yang terjadi sudah menyangkut dan ada kaitannya dengan kelangsungan masa depan saya, ko malah makin terasa yah jomplangnya.

saya pikir hanya masalah toleransi. tapi ternyata, ego sebagai seorang manusia punya peran juga. saya sebenarnya tak mau memperuncing bedanya ini. tapi semakin dirasa dan ditelaah secara logis, ko malah semakin kentara.

ah sudah cukup lah kalau gitu saya menelaah. yang dikhawatirkan saya menjadi tidak bisa lagi toleran terhadap si orang satu ini. lagipula bukan semata-mata salahnya juga kan blm 'dewasa' dan mempunyai pola pikir yg mungkin memang masih berbeda dengan saya, si perantau dari bandung.

*bahaya bgt y gw posting ini, siap2 dicerca!!!!kabuuuuurrrrr

No comments: