February 16, 2009

rasa sayang: siapa saja, kapan saja, dimana saja

sebuah pesan singkat masuk ke telepon genggam saya suatu malam. di saat saya pulang kerja, saat badan terasa begitu lelah.

"aku kangen mba.syang mba.pgn ktemu mba.scepatnya."

membacanya, saya hanya bisa tersenyum haru. sungguh tak terduga, malam itu saya mendapat pesan singkat yang mampu membuat saya nyaris menitikan air mata karena haru. pesan yang biasa mungkin, hanya saja, rasanya sudah sekian waktu lamanya saya tidak lagi pernah mendapatkan kata-kata seperti itu. malam itu, saya kembali merasa disayangi, dan merasa sangat dicintai.

satu malam setelahnya, meski dalam keadaan kurang sehat, saya memutuskan untuk membalas pesan singkat itu dengan sebuah panggilan telepon. saya merasa begitu senang ketika mendengar celotehnya, abg umur 15 tahun, yang memang sedang dalam masanya senang bercerita segala macam hal. ditengah-tengah perbincangan, dia pun bertanya:

"mba, kangen ma aku gak?"

sedetik dua detik aku hanya bisa diam. ada satu bagian dalam hati ini yang merasakan perasaan aneh. haru, sedih, bahagia mungkin, entahlah apa namanya itu. perasaan tersadar, bahwa disana, nun jauh di pulau sana, ternyata ada seseorang yang menanyakan hal itu. menginginkan saya untuk rindu padanya. dia pun ingin dirindui.

"makanya aku ingin cepat pulang..."

akhirnya hanya kata-kata itu yang saya sampaikan untuk menjawab pertanyaannya.

pagi tadi, di sela-sela jam istirahat sekolahnya dan di sela-sela pekerjaan saya di kantor. kembali kami seikit berbincang. kali ini melalui messenger .

"mba, aku syg sama mba. syg bgt..."

(kembali) saya hanya bisa tersenyum haru. dan membalasnya dengan menuliskan:

"iya, makasih ya...mba jg syg..."

(lagi-lagi) tersadar. bahwa ternyata ada orang lain yang secara tak pernah saya sangka, akan menyayangi saya sedemikian rupa. meskipun hanya berupa kata-kata, yang belum tentu benar juga, tapi saya kali ini merasa kembali disayangi. kembali merasa diinginkan dan dinanti. padahal secara kasat, dia tidak memiliki hubungan apapun dengan saya. namun dapat begitu menghargai saya dan mempercayai saya sebagai tempatnya berbagi, tempatnya berkeluh dan kesah setiap hari. hal-hal seperti ini yang saya lupakan beberapa waktu belakangan ini. dimana saya mengharapkan rasa sayang dari seseorang, ternyata saya mendapatkan kasih sayang dari orang yang lain, dan dalam bentuk yang berbeda. tapi toh, itu kasih sayang juga kan? justru yang seperti ini lah, yang mampu membangkitkan energi positif saya dan membuat perasaan jatuh yang sakit menjadi tersembuhkan dengan sendirinya.

saatnya untuk (kembali) menyayangi orang-orang yang sempat terlupakan...

No comments: