April 4, 2009

a commitment by a liar

senang rasanya melihat orang yang menjaga komitmen. mempertahankan hubungan yang memang sudah terjalin. mengarungi badai bersama, menerjang topan dan menghalau kerikil berdua. maybe thats what we called with commitment. and sounds really nice, agree?

tapi...
masihkah itu dikatakan komitmen bila banyak cela dimana2?bila kepercayaan sedikit demi sedikit pupus dan bahkan sulit untuk membangunnya kembali menjadi utuh. masihkah bisa, dikatakan seseorang berkomitmen bila yang terjadi adalah kedustaan demi kedustaan yang kerap ditimbulkan atas nama komitmen itu sendiri. say it a white lies... katakan itu sebagai 'bohong putih'. demi mempertahankan komitmen, maka bohong putih menjadi wajar. dan berbohong bukan lagi suatu dosa, tak ada perasaan bersalah ketika melakukan kebohongan itu.
then will it still called commitment?
atau memang itu kah sebuah konsekuensi dari mempertahankan komitmen?
BERBOHONG.
bagaimanapun bentuknya, dan untuk alasan apapun itu, bohong tetaplah bohong. untuk menjaga komitmen, somehow memang haruskah sesekali berbohong?
maka itu artinya, berkomitmen adalah berbohong.
bila sudah begitu, menjadi layak dikatakan kalau komitmen adalah sebuah kebohongan.
karena meskipun dasarnya adalah komitmen, namun pilarnya adalah kebohongan.
so how bout that?
harap direnungkan dan dipikirkan baik-baik.
jika sudah begini untuk apa lagi sebuah komitmen dipertahankan?
kalian itu ingin berkomitmen, atau ingin jadi tukang bohong?
betulkah sebuah 'komitmen' sesungguhnya yang telah kalian jalani itu?
atau, hanya sebuah permainan perasaan yang dengan enaknya kalian sebut 'komitmen'?

please answer it by your heart, deeply...


*dedicated to: the two pieces of my life-puzzle

No comments: