June 5, 2009

azimuth 225

setiap hari kerja, aku bisa melihatnya dari sini, dari jendela besar disebelah mejaku. di sebelah tempatku duduk. paling tidak sehari dua kali, setiap waktu sholat.

siang ini aku melihatnya lagi, dia berjalan dari arah musholla. sendiri. berkemeja hitam lengan pendek berpadu dengan denim jeans. wajahnya selalu terlihat bercahaya. sisa-sisa air wudhu di rambut pendeknya yang ikal namun rapih, tertimpa cahaya matahari siang yang kali ini cukup terik. ah pantas saja dia terlihat lebih bercahaya dari biasanya.

memandangnya dari sini mengasyikkan. cukup menengokkan kepalaku sedikit ke arah kanan, aku dapat melihat kemunculannya dari arah musholla kemudian melewati kafetaria. kaca jendela diruanganku ini akan terlihat seperti cermin dari luar sana, jadi siapapun di balik jendela tak kan bisa melihatku yang sedang memata-matainya dari dalam sini. dan yang lebih penting lagi, dia yang sedang aku perhatikan pun tak pernah menyadari akan aku yang melekatkan pandangan hingga dia menghilang dari pandangan, hingga kepalaku ini berputar maksimal. ah untung saja leherku tidak pernah sampai salah urat.

sekarang tinggal kuputar kursiku 45 derajat kearah kiri dan memutar kepala menuju derajat yang lebih dari itu. kali ini kursi dan tentu saja badanku harus ikut berputar. karena jendela yang akan membingkai dia selanjutnya, berada di 135 derajat ke arah kiri dari posisiku semula. jika kamu ingat tabel kuadran, dimana kuadran 1 (0-90 derajat) berada di kanan atas, nah jendela yang ini terletak di kuadran 3, pada sudut 225 derajat searah jarum jam (posisikan diriku ditengah dan menghadap 0 derajat). atau ya tadi itu, 135 derajat berlawanan arah jarum jam. seusai kepalaku habis berputar tadi, aku berlanjut pada manuver berikutnya menuju arah jendela yang lebih besar. jika jendela pertama tadi hanya membingkai dia hingga separuh pahanya, maka jendela kali ini akan membingkai seluruh posturnya.

sepatu kulit hitam kali ini menemani langkahnya. dari jendela ini aku bisa melihat bagian belakang seluruh tubuh tegapnya, beserta langkahnya yang kini mulai kukenali. dan adegan ini akan berakhir dalam 3 detik yang seakan bergerak perlahan. seperti adegan slow motion yang sering kita lihat di film-film.
3...
2...
1...
cukup untuk hari ini. aku membenarkan posisi kursi, kembali ke 0 derajat. menegakkan badan, menghadap tegak lurus ke layar monitor. ambil mouse dan bekerja kembali.

2 comments:

Ka-el said...

mmm...besok pake kemeja itam lengen pendek ama jeans deh..hehe (sayang baju2ku di jakarta semua..masa harus beli baju ama celana baru dulu nih biar bisa dikecengin dari ruang kaca hahahax)..

Agni Giani said...

sok ateuh beli/ambil dulu bajunya...
hakhakhak