October 29, 2009

i'm not sundanese, i'm INDONESIAN

Sumpah Pemuda; 28 oktober 1928

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

itulah isi sumpah pemuda versi original dengan ejaan yang berlaku kala itu. ingatkan saya dan betulkan saya bila salah, tujuan sumpah pemuda ini adalah memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. PER.SATU.AN.dalam sanubari pemuda. jadi hanaya berlaku buat pemuda saja kah? alias kaum mudamudi saja? tergantung persepsi anda, yang jelas orangtua pun dulunya pernah jadi mudamudi.

kalau menurut saya siyh, dengan adanya sumpah ini, berarti bahwa INDONESIA berarti satu. terlepas dar kenyataan bahwa indonesia memang terdiri dari beratus2 suku dan budaya, intinya tetap satu: kita semua adalah INDONESIA. so, untuk apa mesti ada pertanyaan: "kamu orang mana?" yang akan di jawab dengan: "saya orang jawa/padang/sunda/batak/dll". why dont u answer it: "saya orang INDONESIA". dan pertanyaan sejenis kamu-org-mana itu tak perlu lagi lah dipertanyakan kepada siapapun kenalan baru anda, kecuali pertanyaan sejenis: "domisili dimana?rumah orangtua dimana?". idealnya begitu.

faktanya, pemuda INDONESIA masa kini(dan yang dulunya pernah jadi pemuda setelah era sumpah pemuda 1928), masih saja banyak yang melakukan 'praktek' diskriminasi suku. masih banyak celetukan baik secara bercanda bahkan hingga sarkastik mengenai perbedaan suku ini, semisal
"ah org suku anu keras2, ga bisa d ajak kompromi"
"jangan deh berurusan sama suku inu, ribet"
"ingat ya nak, jangan pernah dekat apalagi sampai menikahi orang dari suku itu"
bla bla bla bla
WTH! saya rasa sih, pemuda2 peserta kongres pemuda bakal sedih kalau tau masih begini nyatanya. helloooo it's 2009!

'menolak' seseorang hanya berdasarkan dari suku mana dia berasal, merupakan hal paling konyol! toh seseorang jg ga pernah minta dilahirkan di suku tertentu. kalau dia tidak cantik/tampan, masih bisa d usahakan. kasarnya operasi lah biar jadi cantik/tampan. kalau dia tidak pintar, org tersebut masih bisa lah belajar keras, kalau manner kurang baik, bisa lah dia perbaiki. but, kalau karena dia berasal dari SUKU mana, sepanjang hayat sampai bumi kiamat juga gak akan ada yang bs merubah itu. jadi sangatlah UNFAIR kalo mempermasalahkannya. menjadi sah-sah saja saya yang kebetulan besar di tanah sunda, menikah nanti memakai sunting, menyukai masakan jawa, berdomisili di kalimantan, dan sangat ingin berlibur ke nusatenggara. toh kesemuanya masih INDONESIA juga.

anyway, untuk seluruh rakyat INDONESIA, ingatlah selalu bahwa kita bukan jawa, bukan padang, sunda, batak, dayak, kutai, banjar, bukan pula bali, ntt, madura, aceh, palembang, atau papua. kita SAMA, orang INDONESIA.

HIDUPLAH INDONESIA RAYA!,
[semoga ikrar pemuda tak kan pernah sia-sia]

October 26, 2009

euforia



bagi saya, ini lah yang disebut euforia! kenikmatan tiada tara ketika menjilati ice cream. sllluuurrrpp

October 25, 2009

merantau

dari Syair Imam Syafii:

Orang pandai dan beradab, tidak akan diam di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan.
Berlelah-lelah lah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.



[dikutip dari 'Negeri 5 Menara']

October 20, 2009

metamorfosis

aku menyaksikan kamu...
mulai dari rambut belah tengah lurus yg sempat nge-trend itu, berganti rambut gondrong kamu yang berubah kriwil, sempat di bonding, dan berakhir cepak, plontos, nyaris botak.

mulai dari rahangmu yang bulat, berganti tirus, hingga berubah kotak karena puber, dan semakin mengotak ketika menginjak duapuluhan.

mulai dari kulit bersihmu tanpa jerawat, jerawat pertama, jerawat besar di hidung, wajah yang semakin coklat dengan banyak jerawat yang lagi-lagi karena puber, hingga wajah yang kini kembali bersih dengan sisa bekas jerawat yg tak begitu kentara. ditambah lagi sisa-sisa jerawat di punggungmu.

mulai dari cinta monyet, cinta pertama, pacar pertama, yang kedua, pacar yang ini, yang itu. patah hati yang ini, patah hati yang itu, putus ini putus itu, serta surat-surat cinta yang kini sudah tidak jaman lagi, hingga kamu yang akhirnya menangis di depan mama karena perempuan.

mulai dari berangkat sekolah di antar jemput papa, naek kendaraan umum sendiri, lalu bersepeda. berganti lagi dengan motor, motor hitam, merah, lalu motor hitam yang lebih besar, hingga mobil yang kamu setir sendiri.

mulai dari kamu yang turun nilainya karena patah hati, tangan yang retak karena cemburu, urat syaraf kaki yang bermasalah karena jatuh kala bermain basket, hingga kecelakaan motor karena pergi tanpa izin dari mama.

aku menyaksikan kamu bertumbuh,
usia 9 tahun, 13 tahun, 17 tahun, hingga kini 24 tahun.
sejak itu, rasanya tak ada satu ulangtahunmu yang aku lupa. baik dengan atau tanpa kado spesial untukmu.

aku juga ingat benar momen kamu disunat, meski kali itu aku tentu saja tidak menyaksikan langsung prosesi teknisnya. momen kelulusanmu saat SD, SMP, SMA, hingga tau perguruan tinggi pilihanmu. momen menyusun skripsi, seminar, hingga sidang.

aku menyaksikan kamu tumbuh,
aku ada disana ketika kamu bermetamorfosis.
hanya saja, aku tak ingin lagi menyaksikan dan berada disana ketika kelak kamu menikah...

October 10, 2009

kenalan lama bernama Hati

11 tahun itu berarti berapa bulan?
132 bulan kan?

132 bulan,
sejak kita pertama kali memutuskan berteman dengan hati.
sejak kita membiarkan hati itu bermain dalam diri kita masing2.
kita tidak tau, kala itu, 132 bulan yang lalu, sejak hari itu, kalau kita ternyata sedang membuat kesepakatan dengan hati untuk pada akhirnya membiarkan si hati terus bersama kita sampai hari ini.

sudah 11 tahun. sudah 132 bulan. sudah 4018 hari.

saat itu bisa saja kita berpikir kalau hati yang kita pegang bersama, yang kita percayai bersama, hanyalah hati dari monyet-monyet yang baru saja menerima otak homo sapiens. dan masih mempelajari bagaimana caranya menjadi manusia. karena 11 tahun silam, itulah kita. bocah bocah ingusan, yang mengaku sedang jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. tak pernah terpikir akan jadi apa kedepannya, dengan hati ini yang digenggam bersama.

kita pernah, tak hanya sekali, berusaha melupakan bahwa hati kita terperangkap di tempat yang sama. berusaha mencari hati lain sebagai kenalan baru kita. masing2 dari kita berusaha mencarinya. kita sama-sama beranggapan kalau kita berhasil, lolos dari kesepakatan hati-bersama kita, dan menemukan hati masing-masing di tempat yang jauh berbeda. tapi nyatanya, kita kembali mencari hati kita bersama. bahkan hingga berulang kali, kita kembali ke tempat yang sama. kotak yang sama.

kalau saja kala itu kita tak sesumbar bersepakat untuk mulai berteman dengan hati, hari ini, masa setelah 11 tahun lewat, kita sama-sama sudah bebas. keluar dari perangkap kotak sabun yang mengurung hati kita, mengikatnya satu sama lain hingga bersesak-sesakan berada di dalamnya. dulu kotak itu sanggup menampung hati hati kecil yang bertaut. tapi kita luput, bahwasanya hati hati kecil itu kian hari kian berkembang dan bertumbuh. apa kamu yg merawatnya hingga dia tumbuh besar? mereka sekarang bersesakan, ingin keluar dan melepaskan diri dari ikatan yang bernama cinta.

lorong waktu tak pernah eksis. tak kan pernah bisa membawa kita kembali ke hari itu untuk membatalkan kesepakatan kita dalam mengenal hati bersama.

setelah 132 bulan ini...
kita akan bertahan? atau menyerah?

si drama-queen yang lebay

ketika kelulusan sma,saya kepingin sekali meninggalkan bandung.kota yg setiap sudutnya mengingatkan saya sama dia. ah lebay kan, dia tuh cuman cinta monyet, ceng2an jaman muda dulu.waktu benar2 msh muda.

dan Tuhan mengabulkan keinginan saya itu setelah 3tahun. ketika saya justru ingin settle di bandung. dan dia, si cinta monyet, entah gmn crnya bisa menemukan saya.

pernah kita berkelakar bersama, sama2 ingin meninggalkan bdg,berharap memori otak bs baru lagi. tp hingga skrg, dia msh saja disitu. kota yg sama, rumah yg sama, B7/15. hanya saja kali ini, ayam2nya berganti kucing.

gak tau tepatnya dgn dia, tp dulu alasan saya ingin pergi adalah krn ingin menjauhi dia. maka Tuhan lg2 melipat gandakan doa saya dgn mengirim saya k tmpt yg lbh jauh. beda pulau, beda lautan, beda waktu. akh knp dia msh disitu jg?

kumpul bocah kemarin, semua teman menanyakan dia pada saya. knp harus tanya ke saya? ternyata beberapa dr mereka jg msh ingat,terakhir kalinya kami reuni, saya dan dia saling berdiam diri. beberapa diantara mereka jg menggeleng tak percaya saat tau,bahwa kisah saya dan dia blm berakhir.

what the hell is goin on here?!kalau saya gak lebay, saya pastilah sudah terbang bebas saat ini..akh tak ada gunanya merunut semua kejadian selama 11 tahun terakhir. saya dan dia.

bagi dia,kata2 yg terucap kmrn itu, mungkin hanya isapan jempol belaka. tp bagi saya, seperti udara yg membantu saya memperpanjang napas hidup. ketika dia dgn kakunya terdiam, saya dgn suksesnya membasahi bantal, dan menggantungkan awan hitam di atas kepala saya.

"kita gak akan pernah selesai kalau kamu hanya diam,dan berharap saya mengerti. saya bukan cenayang. dan skrg,giliran km yg harus byk belajar dan mengerti. kalau tidak hanya km yg berperasaan halus. mungkin lebih baik kita saling diam ya, agar berhenti saling menyakiti."

we needs some spaces, some times, to take a break...

introvert pschycologist

hey, apa nanti pasiennya akan kamu diamkan?mereka bayar kamu mahal demi melihat kamu mematung? iya kalau saat itu kamu masih tampan.

oh bukan bukan. saat kamu meng-interview calon pegawai,jangan2 malah mereka yg akan berbalik menginterogasi kamu.

atau pada akhirnya ketika kamu berseragam, waw! seragam itu akan membuat km semakin kaku dan berada stagnan pada pakem. seragam coklat tua? atau hijau tua?

saya baru saja ingat. rekaman memori belasan tahun lalu. disaat yg lain bersenda gurau, km membuka mulut dgn skeptisnya. saya gak ingat km pernah berkelakar. saya baru mengerti skrg, kalau hal2 itu adalah bibitnya.

ternyata saya sudah melihatnya dr dulu. kamu sudah menunjukkannya. hanya saja skrg saya br ingat lagi kamu yg seperti itu.

October 5, 2009

just a day just an ordinary day

hi!

just coming back from my vacation-Ied Fitr vacation.

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN ya...
mohon maaf, baik lahir maupun bathin.

minta maaf bisa kapan saja, tapi momen lebaran emng pas banget buat saling memaafkan. minta maaf terkadang sungguh sulit, tapi memaafkan lebih sulit lagi. huff...(berat banget)
bismillah, semoga semua salah saya dimaafkan orang2 semua yang pernah saya 'dzalimi', dan bismillah...semoga saya ikhlas untuk memberi maaf pada orang2 yang memintanya dari saya. tanpa diminta pun, sudah seharusnya memaafkan. insya Allah... =)