October 20, 2009

metamorfosis

aku menyaksikan kamu...
mulai dari rambut belah tengah lurus yg sempat nge-trend itu, berganti rambut gondrong kamu yang berubah kriwil, sempat di bonding, dan berakhir cepak, plontos, nyaris botak.

mulai dari rahangmu yang bulat, berganti tirus, hingga berubah kotak karena puber, dan semakin mengotak ketika menginjak duapuluhan.

mulai dari kulit bersihmu tanpa jerawat, jerawat pertama, jerawat besar di hidung, wajah yang semakin coklat dengan banyak jerawat yang lagi-lagi karena puber, hingga wajah yang kini kembali bersih dengan sisa bekas jerawat yg tak begitu kentara. ditambah lagi sisa-sisa jerawat di punggungmu.

mulai dari cinta monyet, cinta pertama, pacar pertama, yang kedua, pacar yang ini, yang itu. patah hati yang ini, patah hati yang itu, putus ini putus itu, serta surat-surat cinta yang kini sudah tidak jaman lagi, hingga kamu yang akhirnya menangis di depan mama karena perempuan.

mulai dari berangkat sekolah di antar jemput papa, naek kendaraan umum sendiri, lalu bersepeda. berganti lagi dengan motor, motor hitam, merah, lalu motor hitam yang lebih besar, hingga mobil yang kamu setir sendiri.

mulai dari kamu yang turun nilainya karena patah hati, tangan yang retak karena cemburu, urat syaraf kaki yang bermasalah karena jatuh kala bermain basket, hingga kecelakaan motor karena pergi tanpa izin dari mama.

aku menyaksikan kamu bertumbuh,
usia 9 tahun, 13 tahun, 17 tahun, hingga kini 24 tahun.
sejak itu, rasanya tak ada satu ulangtahunmu yang aku lupa. baik dengan atau tanpa kado spesial untukmu.

aku juga ingat benar momen kamu disunat, meski kali itu aku tentu saja tidak menyaksikan langsung prosesi teknisnya. momen kelulusanmu saat SD, SMP, SMA, hingga tau perguruan tinggi pilihanmu. momen menyusun skripsi, seminar, hingga sidang.

aku menyaksikan kamu tumbuh,
aku ada disana ketika kamu bermetamorfosis.
hanya saja, aku tak ingin lagi menyaksikan dan berada disana ketika kelak kamu menikah...

5 comments:

iyul said...

eta teh obsesi nie? saya asa jadi ngerasa maca cintapucino deui,,heuheu..apa bisa happy ending seperti itu?

Oniens World said...

agniiiiiiii....dalem banget :D

Agni Giani said...

@iyul: hmmm we'll see yul endingnya kaya apa (sebenernya udah ada siyh, tp msh rahasia. tunggu aja kelanjutannya. follow blog saya yaaa :D )

@nina: sedalem lautan ada ga? :D

Ka-el said...

oh..ada kelanjutannya ya..ulet-ulet..kepompong..kupu-kupu..(ini beneran metamorfosis)..kasian deh gw harus nunggu episode berikutnya...ditulis bersambung dong..hehe...nice story btw..

Agni Giani said...

eliiiin, telornya kelewat...
telortelor uletulet kepompong kupukupu...kasian deh looo...

;D