November 14, 2009

no electricity, no problem


akhir-akhir ini sering kita denger berita pemadaman listrik bergilir di jawa-bali. status facebook teman2 saya, yg notabene lbh 90% hidup di jawa mengeluhkan pemadaman lampu ini. yap, mengeluhkan. semuanya mengeluh dengan adanya pemadaman bergilir tersebut. malah ada yg bilang:
"mati lampu lagi..kaya di kampung aja" (kira2 isi statusnya begitu)..
ada juga: "haduuhh mati lampuu lagi, lagi lagi :("
rata2 begitulah kira2...

barusan, ga berapa lama yang lalu saya mendengar berita di tv yang isinya-mohon maaf saya ga hafal redaksi pastinya yg jelas intinya:
"pemadaman listrik bergilir di bali, terutama di denpasar dikeluhkan oleh masyarakat. khususnya pihak pengelola hotel yang mendapat komplain dari tamu-tamunya karena AC kamar tidak menyala..."
dan beberapa hari lalu, saya mendengar berita rumah yang kebakaran krn lilin yg dinyalakan ketika malam hari saat pemadaman bergilir.

dari semua berita yg saya dengar, ko jadi berkesan hiperbola ya?!
toh kebakaran bisa terjadi kapan saja dan dengan alasan apa saja. okay, itu kejadiannya krn lilin sebagai ganti penerangan listrik yg tengah padam, but u dont have to put the blame 100% on pemadaman bergilir itu sendiri. berita ini benar2 memojokkan salah satu pihak. padahal semestinya, berita itu haruslah bersikap netral. saya aja orang awam faham itu.

sedangkan untuk mslh pemadaman yang d denpasar itu...komen saya siyh: cmon! sekarang jaman udah canggih, ada teknologi yang namanya genset. hotel yang mereka kelola itu nerima tamu2 mancanegara, sudah sepastinya lah mereka punya genset toh?! mati listrik bukan terjadi skrng aja, saya yakin itu. gardu kebakar, konslet, apapun penyebab lainnya juga bisa terjadi kapan saja. hey u all the hotel owner, sudah berapa taun mengelola hotel???ko ga ada persiapan??ini siyh sudah seperti kapal layar tanpa sekoci. ketika mati listrik, rumah sakit dan hotel di tempat saya tinggal tetap beroperasi seperti biasa ko. meski hrs shutdown sementara ketika ganti ke genset.

dan buat teman2 sejawa-bali...
all of u should remember, indonesia terdiri dr banyak pulau dan berpuluh2 propinsi yang ga semuanya bisa menikmati listrik dengan mudahnya 24 jam sehari, 7 hari seminggu. electricity for all the time, as much as u need! gak gitu kawan. jawa-bali hanya 2 pulau dari ratusan pulau di indonesia. mungkin kalian semua gak pernah tau, kalau penduduk di pulau2 lain sangat akrab sekali dengan kekurangan listrik. sangat bersahabat dengan kerelaan mengirit listrik karena daya listrik yang terbatas. saking terbatasnya, lampu jalan yang crucial aja gak bisa nyala sepanjang malam. bahkan seringnya padam sepanjang malam.
dear firends, maybe it's time for you to open your eyes, open your mind, dan untuk lebih care sama teman2 di pulau lain yang hampir setiap hari selama 4-5 jam padam listrik. masih banyak hal yang dapat dilakukan tanpa listrik sekalipun. meditasi mungkin, menyalakan lilin aroma terapi, penerangan sekaligus penenangan jiwa. atau buat yang suka fotografi, ga bakal mati gaya. bisa buat light grafity yang oke. u can make ur own fun if you want to. atau msh tetap ingin mengeluh? silahkan saja sampai capai, toh tetap saja akan ada pemadaman bergilir. atau kalian mau itu berganti jadi penyalaan bergilir??

so please...
sisihkan sedikit kerelaan kalian untuk barang beberapa jam saja tak dapat listrik. dan janganlah memperbuas mslh pemadaman listrik bergilir ini.
keep calm, stay cool, and just be wise. would you?


[mencoba melihat dari sudut yang berbeda...]

*pic from: http://paulbuckley14059.files.wordpress.com

9 comments:

Fathia said...

Bener bgt teh agni kalimat2 terakhirnya. mungkin karena kita sudah terbiasa dimanjakan dengan segala kemudahan jadi'a kita terlena dan ga mau mikirin nasib'a orang lain, bahkan terkesan tutup mata, tutup telinga. mungkin jelek'a orang kota, termasuk fathia yg ngeluh juga wkt mati lampu.hehe...

poko'a i like this, 1 jempol. ky difacebook.

Agni Giani said...

nngeluh itu human nature sih fathia, tp ya g usah heboh2 amat :D

thia, knp cuman 1 jempol? ko ga two thumbs up aja, seperti kata roebert&epert d cover2 dvd hehehe

Ka-el said...

Gw tetep di garis depan mengeluh klo mati lampu..xixi..

Agni Giani said...

silahken Pak... heuheu

essypritacinta said...

couldnt agree more.. ga ada lampu biasa aja kaleee... berisik bgt sih yg sampe segitu cerewetnya. apalagi di twitter. anggep aja gaya baru sbg selingan menikmati hidup. *gw jg belum berhasil mempengaruhi bram, untuk tidak protes thd mati lampu*

ga ada empatinya bangets sih. heran.

Agni Giani said...

luv u deh Cinta...hihihi

*beda niyh kita, mental terpaan gugusdepan 40135/36 :D *

Elsa said...

keep calm gimana???
setiap listrik mati, kita rugi gak dapet duit. wong kerjanya tergantung listrik??

tapi percuma marah marah juga, PLN tidak akan pernah berubah.

harusnya namanya diganti PEUSAHAAN LILIN NEGARA aja..

Agni Giani said...

@elsa: knp mesti tergantung sama pihak lain yg menyebabkan gak dapet duit itu? then u should prevent this happen again rite?! as i told, there're technology called GENSET. tipikal org indonesia, blaming pihak lain yg menyebabkan kita rugi *sigh*

biar bagaimanapun, si Perusahaan Lilin Negara itu yg bikin saya bisa hidup selama 21 taun sampai akhirnya saya bisa cari duit sendiri :-)

Pasang Iklan said...

wah wah wah...
makin kacau saja nih...
krisis listrik telah meraja lela..
kini pemadaman listrik terjadi di beberapa daerah.
ini tentu saja merugikan banyak pihak.

pemadaman ini diakibatkan karena konsumen pemakai listrik terus meningkat.
sedangkan pasokannya belum memenuhi.

pemadaman ini juga terjadi karena PLN menderita kerugian besar.
dimana tindakan pencurian listrik sudah merajalela
sehingga tidak terkonrol lagi pemakaian listriknya.
sehingga PLN tidak dapat mendistribusikan pasokan kedaerah2 yang terkena pemadaman bergilir.

semoga saja pemadaman ini bisa segera diselesaikan.
semoga saja perawatan serta penambahan genset oleh PLN pada induk2 pusat bisa selesai secepatnya.

Iklan