August 31, 2010

super-hot-spicy tuna with champignon


recipe for dummies:
1. oseng 1 siung bawang putih n 0.25 siung bawang bombay pake margarin ampe dah kecium bau2 harum.
2. masukan 0.25 buah paprika yg dah d potong2, ama jamur champignon kira2 0.125kg yg dah dipotong 4 (jamurnya gede sih jd potong 4 ajah).
3. sambil d oseng2, bumbuin pake gula pasir bbrp tabur, lada hitam bbrp tabur, n kira2 2 gejrot saus tiram. oseng ampe kira2 si jamur matang.
4. masukan chili-tuna kalengan, cukup 0.5kaleng atau kira2 2 sendok makan. aduk2 hingga merata. tambahkan lagi lada hitam.
5. matikan api, tambahkan sedikit garam. gak di garemin lagi pun tak apa. sesuai selera.
6. VOILA! ready to serve ;)

August 30, 2010

wanita dan masak

pernah ada satu kejadian pada tmn saya, saat pacarnya bilang:
'jd cewe ya hrs bisa msk dong.WAJIB!mau d ksh makan apa nanti suaminya, masa beli terus'
teman lain pernah, ibu pacarnya tak suka padanya krn si-calon-ibu-mertua menganggap tmn saya itu tidak bisa memasak
'ibu lbh setuju km sama si anu, dia bisa masak'

reaksi kedua teman saya sama. sedikit mangkel dan berargumen dgn pacar masing2 (meski pada akhirnya mereka putus juga).
'skrg ini kita mau masak gmn cara?kosan pun gak ada dapur. dan lg msk untuk siapa?klo hanya untuk diri sendiri lbh praktis beli. lain halnya klo sdh berumahtangga, ada suami. secapek apapun pasti kita berusaha masak. dan itu dgn penuh sukarela.'

gak ada yang salah sama kedua teman saya beserta argumennya, ataupun pacar mereka masing2 dengan alasannya. wanita harus bs masak, saya setuju. pria menuntut wanitanya bisa masak, wajar sekali. siapa yg gak ingin masak untuk suami tercinta? siapa yg gak ingin makan masakan istri tercinta?

namun alangkah lebih indah terdengar bila:
'aku gak bisa masak. aku belum jago. bagaimana?'
'tenang sayang, kan bisa liat resep. nanti kita masak bareng2 yah'
(klo yg ini pacar saya hihi :D )

indah sekali terdengarnya, sangat memanjakan telinga dan hati. membuat tentram, aman, damai, sejahtera.

semua masalah ada solusinya. termasuk urusan wanita dan masak-memasak ini. para wanita, bisa menyisihkan waktu belajar masak dikit2. jago tidaknya bkn yg terpenting, asal ada niat semua pasti bisa. para pria, menuntut masakan dr wanitanya itu wajar, bimbinglah mereka agar bisa memasak untuk kalian dari hati. dan pakai cinta. *halah*

*just my thought... happy cooking all ;)

August 28, 2010

[cooking for dummies] Tumis Jamur

ceritanya baru sempat masak yang aga seriusan (baca: baru bisa sih emang) sekarang ini. kosan lama kan ga ada dapurnya, sementara d kosan baru ini ada dapur dan enak. jadilah ini dumb n dumber cooking project ;) rasanya not bad, at least habis dimakan oleh bkn hanya saya.

(beuuh kmn ajah neng, hari gini br muley masak2 :D)

berikut resepnya: (kali ajah ada dummies macam saya yg perlu)

Tumis Jamur Pemula

bahan:
1. jamur (nmnya jamur apa sih yg lebar2 itu?)
2. paprika
3. cabe merah
4. bawang putih
5. potongan ayam kecil2

cara masak:
1. tumis bawang putih yg d cincang
2. masukan ayam yg dah d potong dadu kecil2
3. masukan cabe merah n paprika yg dah d potong (sesuka hati aja mo d potong ky apa)
4. masukan jamurnya yg dah d sobek2 jd panjang2
5. tambahkan sedikit air (biar aga berkuah n jamur jd cpt matang)
6. bumbuin deh, pake merica, gula putih, n kecap asin (ini pk feeling ajah).
7. matikan api. lalu tambahkan garam (sesuai selera)
(entah kenapa ya, saya selalu percaya sampai saat ini klo nambahin garam baiknya setelah api mati).
8. VOILA! hasilnya seperti gbr berikut:

tumis jamur


sekian dan terimakasih ;)

August 23, 2010

maka bersyukurlah...

@ManggarBase, 200810

ada yang saya cermati dari bapak penceramah menjelang buka puasa bersama jumat lalu (sblm para wanita dtg dan mengalahkan frekuensi suara si bapak penceramah).
"sesungguhnya nikmat yang begitu besar dari Allah telah kita abaikan. dan manusia lebih gembira dan bersuka cita akan nikmat Allah yang sesungguhnya kecil. analogikan begini, ketika ada nyamuk hinggap di pipi, tepat d depan mata, kita akan melihat nyamuk itu secara keseluruhan, begitu jelas. kakinya terlihat, badannya, mukanya, semuanya jelas. namun ketika gajah yang berada di depan mata kita, apa kah yang kita lihat? tentu kita tak akan melihat gajah secara keseluruhan. hanya bisa melihat (mgkn) kakinya saja, belalainya saja, atau bahkan mgkn kita tak sadar kalau itu gajah, dan malah bertanya 'makhluk apa ini?' itulah mata manusia. ketika mendapat kenikmatan berupa anak, istri, naik jabatan, kita begitu bersuka citanya tiada kira hingga merayakannya (bahkan terkdang berlebihan). padahal sesungguhnya bagi Allah itu hanyalah nikmat kecil yang diberikan-Nya. sementara, untuk udara yg kita hirup setiap detik, untuk mata yg dapat melihat sepanjang hari, seringnya kita luput untuk bersyukur akan itu. padahal itu nikmat yang begitu besar yang telah Allah beri untuk kita..."

maka layak kah bersedih untuk kehilangan suatu nikmat yg sesungguhnya kecil itu, sementara masih banyak nikmat Allah yang begitu besarnya untuk kita syukuri?
maka pantas kah kita mengabaikan nikmat yg kita anggap biasa namun sesungguhnya adalah nikmat yang tiada terkira besarnya dari Allah?

"Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
[Ar-Rahman:29-30]

Renungan [2]

Alloh menguji keikhlasan dalam kesendirian,
Alloh memberi kedewasaan ketika masalah berdatangan,
dan Alloh melatih ketegaran dalam kesakitan

[RT @jatifallat]

worst think worst

have u ever think about the worst thing that might be happen on the wedding day?
wake up in the morning with pimples on your face?
the melted cake?
bad weather?

the worst thing is...
when the bride is not u


[Desperate Housewives - season6]

August 15, 2010

August 13, 2010

Renungan [1]

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

[QS. Al-Baqarah:216]

[tips] shopping for dummies


tips shopping a la gw:

DO(s):
1. make a shopping list. ini bisa membantu km hanya mmbeli brg yg memang d BUTUHkan, menghindari ke-IMPULSIVE-an.
2. shopping with someone else. biasanya tmn pria lbh membantu. mereka lbh logik dan mengingatkan 'emng itu perlu?' klo tmn cewe sih 'setan' jg 'udaaah beli ajah' kekeke...
3. shopping setelah hari gajian. biasanya hr gini sih, kasir antri pjg, bikin males dan jdnya mengurungkan niat beli :D
4. bawa uang cash secukupnya. setelah bikin list, tentunya tau dong estimasi biaya belanja, pleus uang buat mkn. bawalah uang secukupnya. klo krg ya kurangin belajaaannya.
5. shopping when u're in a good mood and healthy. belanjalah ketika suasana hati sedang waras.

DON'T(s):
1. shopping when u're 'messed'. jgn pernah sekali2 yah, shopping ketika suasana hati lg kacaubalau dan carutmarut. ini bakal bikin km membeli segala sesuatu yg sbnrnya g d butuhin, tanpa terkecuali.
2. bring ur credit card or debit card. siap2 ajah jebol :p
3. tergiur akan tulisan SALE. ini racun bgt,brgnya emng diskon, tp rawan untuk beli item byk, jd ya sama ajah, borosss.
4. impulsive shopping. alias belanja tanpa rencana. ya tau sendiri lah akibatnya klo berbelanja tanpa rencana :D
5. mencoba-coba untuk balik krmh ngambil extra money. demi membeli brg yg ketika shopping gak kebeli krn duit yg terbatas ato krn mmg tdk ada dlm list, jgn pernah sekali-kali berusaha mencoba untuk balik k rmh ambil duit, n balik lg k mall. akan membuat semua usaha menahan napsu berbelanja sia-sia sajah.


happy shopping girls ;)

August 5, 2010

mendakilah, mungkin lelahnya akan berganti

hari ke-5

airmata rasanya sudah banyak keluar. tp kenapa tidak mengering juga. sirkulasi banyaknya asupan air dan keluarnya airmata ternyata tidak ada kaitannya. mau kamu dehidrasi sekalipun, bila lukanya masih terasa, ya masih mengalir lah airmatamu. dan masih bisa deras.

---

untuk pertama kalinya setelah 4 minggu terakhir, minggu pagi ini cerah. matahari tak lagi malu-malu, awan untuk sementara istirahat dulu. justru di kala hari cerah seperti inilah, aku bersepeda sendirian. bukan lagi batal bersepeda karena hujan, atau Sang Peneman bersepedaku yang sampai bermalam di kantor karena lembur, bukan karena itu. melainkan karena, aku sekarang sudah sendirian (lagi). hey Sang Peneman, akhir pekan ini adalah pekan terakhir sebelum Ramadhan, tidak hujan tak pula dirimu lembur. harusnya kita sedang bersepeda mendaki bukit. bukit dengan tanjakan bersudut 40derajat, yang pernah membuat aku mengap-mengap kehabisan napas, dan pernah membuatku oleng dari sepeda. dan berlanjut bubur ayam di lapangan merdeka. sayangnya tidak bisa lagi begitu bukan, karena kita sekarang sudah jalan sendiri-sendiri (lagi).

6.30, segera saja aku keluar rumah tanpa sarapan. mengayuh sepeda sejadi-jadinya di tengah jalanan minggu pagi yang masih lengang. dalam waktu hampir 20menit aku berbelok ke arah bukit. bukit yang dulu bikin aku oleng dari sepeda, dan meninggalkan memar berhari-hari di sekitar lutut kanan. kali ini aku naik bukit tanpa ada berhenti sekalipun, pun tanpa oleng dari sepeda, tanpa minum dulu, dan tanpa teman. sampai di puncak bukit, aku belum merasa lelah, tidak capek, tidak panas, belum ingin minum. aku masih ingin mendaki bukit kedua yang tanjakannya lebih curam. aku kesana. berpapasan dengan beberapa pesepeda yang berkelompok. aku sendirian. mengayuh sepeda sejadi-jadinya. sampai ke puncak bukit kedua. aku tidak kehausan. aku belum ingin minum. ingin mengalap udara sejuk yang disediakan alam, sedalam-dalamnya. harusnya begitu, tapi napas tak lagi bisa normal. terasa air asin mengalir ke bibir.

robohlah aku. sendiri dan sedih di tengah-tengah bukit berhutan yang orang bilang angker. melemparkan sepeda, helm, water bag, ingin pula rasanya menanggalkan dan meninggalkan hati yang sudah tak bisa lagi mendapat oksigen. hampa.

aku kira kelelahan karena bersepeda akan menggantikan lelahku akan kejadian 5 hari lalu. aku kira lelahku bersepeda ini akan menguras begitu banyak energi sehingga tak ada energi lagi bersisa untuk menangis. tapi ternyata, regulasinya tak begitu. tidak pernah bisa begitu. meski kita bertukar posisi, efeknya akan sama. hari ini aku tetap akan berada di tengah antah berantah, merasa semakin lelah dan sakit. maka aku harusnya bisa lebih mengerti bagaimana dirimu saat ini. mengerti jika ini juga sama beratnya untuk kamu.

---

rumputnya masih basah, sisa hujan semalam. ingin berbaring saja disini. menguapkan sakit, melebur rindu, menahan harap, dan menunggu kamu datang menemukanku.
dan semuanya akan kembali seperti dulu lagi.
kita yang sedang bersepeda bersama...