August 23, 2010

maka bersyukurlah...

@ManggarBase, 200810

ada yang saya cermati dari bapak penceramah menjelang buka puasa bersama jumat lalu (sblm para wanita dtg dan mengalahkan frekuensi suara si bapak penceramah).
"sesungguhnya nikmat yang begitu besar dari Allah telah kita abaikan. dan manusia lebih gembira dan bersuka cita akan nikmat Allah yang sesungguhnya kecil. analogikan begini, ketika ada nyamuk hinggap di pipi, tepat d depan mata, kita akan melihat nyamuk itu secara keseluruhan, begitu jelas. kakinya terlihat, badannya, mukanya, semuanya jelas. namun ketika gajah yang berada di depan mata kita, apa kah yang kita lihat? tentu kita tak akan melihat gajah secara keseluruhan. hanya bisa melihat (mgkn) kakinya saja, belalainya saja, atau bahkan mgkn kita tak sadar kalau itu gajah, dan malah bertanya 'makhluk apa ini?' itulah mata manusia. ketika mendapat kenikmatan berupa anak, istri, naik jabatan, kita begitu bersuka citanya tiada kira hingga merayakannya (bahkan terkdang berlebihan). padahal sesungguhnya bagi Allah itu hanyalah nikmat kecil yang diberikan-Nya. sementara, untuk udara yg kita hirup setiap detik, untuk mata yg dapat melihat sepanjang hari, seringnya kita luput untuk bersyukur akan itu. padahal itu nikmat yang begitu besar yang telah Allah beri untuk kita..."

maka layak kah bersedih untuk kehilangan suatu nikmat yg sesungguhnya kecil itu, sementara masih banyak nikmat Allah yang begitu besarnya untuk kita syukuri?
maka pantas kah kita mengabaikan nikmat yg kita anggap biasa namun sesungguhnya adalah nikmat yang tiada terkira besarnya dari Allah?

"Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
[Ar-Rahman:29-30]

No comments: