February 18, 2011

Berbagi Impian


Ada kah hal yang belum kita sempat bagi bersama? Ada kah aku yang belum mengungkapkan semua impian dan anganku padamu? Ketika semua mimpiku, cita-citaku, keinginan terbesarku sudah pernah aku bagi kepadamu. Ketika harapanku adalah bersamamu mewujudkan mimpi-mimpi itu. Mimpiku, mimpimu, mimpi-mimpi kita. Sudah mulai kita rajut bersama jalan menuju kesana. Ada kah impianmu yang belum sampai padaku?

Berbagi mimpi bersamamu, itu bukan hanya menceritakan angan dan impianku. Berbagi mimpiku padamu, adalah harapan. Harapan kelak suatu saat mimpi itu benar akan terwujud. Tahap itu, saat dimana kamu melayangkan mimpiku menuju jalan kenyataan. Meski jauh di angkasa, namun serasa mudah dicapai. Karena aku membaginya padamu. Begitupun kamu. Impian besarmu itu, serasa mudah untuk kita wujudkan suatu hari nanti. Kamu yang selalu positif dan optimis, aku yang selalu punya seribu cara membuat jalan menuju perwujudan impian itu. Kombinasi yang sempurna, bukan?

Mimpiku, mimpimu. Tak ada yang tak mungkin. Kamu meyakinkan kelak aku pasti akan bisa mewujudkann mimpiku. Mimpi sederhana menjadi seorang guru TK dan punya sekolah sendiri - TK dan playgroup. Kamu membagiku cara menujunya. Membangkitkan hasratku akan mimpi itu yang telah padam dan putus asa. Begitupun impianmu membangun tuneshop. Yang meski aku perlu dijelaskan berkali-kali apa kah tuneshop itu, tapi aku dengan sepenuh hati mendukungnya. Menyetujui rencana-rencanamu menggapainya, senang dengan impian besarmu itu, dan tak lupa memberi beberapa masukan untuk jalan menuju kesana - meski mungkin terdengar olehmu hanya sebatas kata-kata suportif seorang partner. Kita saling menggelembungkan mimpi-mimpi itu.

Berbagi mimpi itu bersamamu, meningkatkan lagi usaha-usahaku yang pernah terbengkalai. Serasa akan kuraih dengan mudahnya tanpa perlu menunggu lama. Serasa itu bisa kuraih esok hari, saat malam kita berbagi ini tergantikan pagi yang baru dengan penuh harap. Karena setelahnya, setiap pagi datang, selalu kusambut dengan sukacita. 'Impianku semakin dekat akan wujudnya!eurekaaa!'

Melangkah serasa jauh lebih ringan meski dengan impian sebesar gunung es yang menghancurkan Titanic. Karena yakin, impian itu akan terwujud. Suatu hari nanti. Dengan kamu sebagai saksinya. Karena tau, impianmu akan pula terwujud dengan mudah suatu saat nanti, dengan aku disana yang bersamamu menata tuneshop, menemanimu membeli perlengkapannya, melihatmu merekrut pegawainya. Bahkan mungkin aku yang akan berada di balik meja administrasi membantumu merapikan berbagai tetek-bengek keuangan selepas aku pulang dari 'bermain' bersama anak-anak di playgroup.

Such a perfect plan we've made, with a perfect partner i used to have - YOU.

4 comments:

Lyta said...

pengen comment apa ya,..
- tune-shop itu apa sih.. hehe
- agak miris, kalimat terakhirnya. Agak 'menghempas'..

Kata-katanya puitis sekali.. good good good!!

Agni Giani said...

mba lyta, thx dah mampir... ;)
tuneshop itu berhubungan dgn modifikasi mobil (motor jg ga yah?). macam bengkel modifikasi gt deh
(sepenangkapan aku dr obrolan bapa2 d base :D )

Muhammad Mishbah said...

good.. nice post.. :)

Agni Giani said...

thx for reading :)