February 5, 2011

(not) my wedding day

Tidak ada bunga mawar putih sebagai dekorasi. Tidak ada kebaya putih sederhana membalutku. Tidak ada resepsi dengan pedang pora seperti impianmu. Tidak ada pemain harpa membawakan wedding song. Tidak ada lagu 'I Will' berkumandang. Tidak ada saweran. Tidak ada jejeran poffertjes dan lolipop kesukaanku.

Dan tidak ada aku di pelaminan.

Tak ada satupun dari hal-hal itu yang hadir di pesta pernikahanmu. Pengantin wanitanya bukan aku. Pedang pora batal, sebatal dirimu menggapai impian satu itu. Tentunya tidak ada saweran sesuai adat daerah asalku. Pengantin wanitanya barangkali tidak se-maniak aku akan poffertjes dan lolipop. Dan lagu I Will... ahh lagu itu berasosiasi dengan kita. Bukan dengan kamu dan dia.

Beberapa kali sempat aku memikirkan hal-hal terburuk apa yang dapat terjadi di pernikahanku. Dan semuanya lebih dari sekedar wajah yang berjerawat di hari-H, pesta yang tak sesuai planning, atau hujan deras di tengah pesta kebun. Hal terburuk yang justru terlewat dari pikiranku adalah ketika pengantin wanitanya bukan aku.

5 comments:

piqs said...

beneran ya? cep cep cep, sabar ceceu

Siti Zaleha said...

nice.... hal yang juga kurasakan

Agni Giani said...

@piqs: hihihi beneran gak yaaa :D

@siti: salam kenal. sabar yah klo mmng merasakan *hugs*

niyajothi said...

oouuh ini ya gni yg kata kamu tea...aku suka endingnya... #hiks

Agni Giani said...

betul Ni, ini nyerempet2 gt deh ehehe... #hiks