February 8, 2011

twin


a ussual sunday noon @Texas Chicken...

'hiii lucu sekali... liat liat. kembar...'
fried chicken nya terlupakan sementara. perhatian beralih pada sepasang kembar perempuan berumur kira-kira 2 tahun. berlarian, satu mengejar yang lain.
'eh Hun, aku ada turunan kembar lho. dari papa...'
sekarang perhatianku tertuju pada sosok di depanku.
'hoo yaaah??'
pertanyaan penegasan. membutuhkan konfirmasi dia sekali lagi. pernyataannya tadi membuatku berbinar. seakan ada bola lampu di atas kepalaku yang berpijar dengan terangnya.
'bukan hooo...ada turunan kembar...'
ahh becandaan garing a la dia. sambil mengangguk, dia pun tersenyum. lebih dari senyum tepatnya, karena dia memperlihatkan serentetan gigi putihnya. nyengir.

'jadi ntar kita bisa punya kembar Hun...'
dia masih tersenyum, nada bicaranya exciting. tapi kali ini sambil meneruskan makannya. ayam goreng telah mencuri perhatiannya. aku tak berkata-kata. kehilangan kata kalau boleh jujur. kuputuskan untuk melanjutkan makanku juga. aku diam, tak bisa berkata, tapi ada perasaan aneh menyelinap disana-muncul begitu saja. ada getar halus yang cukup membuat dada sedikit tercekat karenanya. senang kah ini? ah entahlah. aku sendiri tak bisa mendeskripsikan perasaan itu. it was a simple conversation. a regular conversation in a regular and casual moment. but i never imagine that it could gave me 'that' effect.

sebelum ini, aku tidak pernah kepikiran untuk punya anak kembar. sekarang, tiba-tiba keinginan itu menjadi harapan. punya anak kembar. dari kamu. membayangkan betapa akan (langsung) ramainya keluarga kita nanti. dan pastinya si kembar akan menjadi anak-anak yang hiperaktif, loncat kesana kemari, cerewet, dan punya segudang hobi seperti (calon) orangtuanya ini.

kuteruskan lamunanku. segala sesuatunya menjadi dua. beli mainan serba double, beli sepeda dua, agar tidak rebutan. stroller tandem dua, bantal guling bayi menjadi dua set, bouncer dua buah (tapi yang ini cukup satu, bisa dipakai bergantian), dua ini, dua itu. ramai sekali jadinya. suara tangis pun tak hanya berasal dari satu bayi. akan bersumber dari dua bayi. bila tiba waktunya breast feeding, bayi satu di tangan kanan, bayi satunya lagi di tangan kiri? ahh... ajaib. unik. extraordinary. i don't mind (at all) to be an FTM at that time.

sambil cengar-cengir sendiri, kuteruskan makanku-ayam goreng junk-food ini mendadak nikmat luar biasa. harapanku membuncah. mengalami percepatan dari sekedar kagum pada pasangan yang memiliki anak kembar, menjadi ingin sekali punya anak kembar.

dan itu karena kamu yang membuatnya demikian.
you watering my 'plant-of-hope', Bun.

2 comments:

justadhi said...

anak kembar memang selalu unik.. :D

Agni Giani said...

iye kayanya sih gitu... :D