February 1, 2011

when love is not enough

i love writting. not literally writting, karena sekarang lebih sering typing. kecintaan saya sama nulis udah dari dulu. teraplikasikan dengan adanya beberapa buah buku harian dari jaman SD sampai sekarang. yang aktif ditulisi jurnal harian atau curhatan-curhatan. buku harian gak pernah ember, anyway... tapi cinta menulis aja belum cukup untuk bikin saya menghasilkan satu karya brilian. karya tulis yang nyata dan eksis. di publish dan diterima semua kalangan. cuman nge-blog gini, hmmm rasanya kurang. this is the point when love is not enough. when it's not ended until 'love-to-write' tapi juga harus dibarengi dengan effort yg kudu cukup besar. upgrade skill nulis, lebih buanyaak lagi membaca karya2 tulis bagus, dan rajin latihan. practise makes perfect rite?

i love shooting pics. untuk menghasilkan foto yang bagus, gak cukup dengan kecintaan akan foto-memfoto. gak cukup cengan kecintaan akan kagum melihat hasil foto yang bagus, tau angle2 menarik untuk d ambil fotonya, dan tau objek apa yang menarik. lebih-lebih dari itu, ilmu fotografi yang begitu luasnya sangatlah wajib untuk dipelajari. mulai dari yang paling basic sampe upgrade dan upgrade dan upgrade terus ke ilmu-ilmu yang lain. gak kan cukup dipelajari satu malam, satu minggu, satu bulan, satu tahun, bahkan mungkin 10 tahun gak kan ada cukupnya. but it's okay. saya akan jabanin, even it cost me 'seumur hidup'. when love is not enough to produce a good pics. u need 'sacrifice' and totality to 'make' it.

i love reading. all kind of books. sebisa mungkin saya baca. but again. gak hanya butuh kecintaan akan baca, tp juga butuh pengorbanan waktu untuk baca, dan uang kalau ingin beli bukunya. dan sisi subjektifitas akan aliran buku tertentu, semestinya saya tanggalkan. demi menambah info, wawasan, dan studi banding (untuk bahan menulis) sepatutnya lah saya gak lagi pilih2 dalam membaca buku. see... it's just not only 'love-to-read'. but also need sacrifice to arrange your reading time and your 'will' for reading. anykind of book.

also... implementation in 'a realtionship'. i love him, he loves me. and that's not stop until there. and that's not enough. what makes u love your partner? what makes your partner loves you? adalah rasa yang membuncah ketika kecintaan itu datang dari seseorang yang (juga, fortunately) kita cintai. 'aku cinta kamu, aku sayang kamu' tapi ternyata, saya begitu tertekannya ketika bersama dia, begitu mati-matian push myself (up to the limit) untuk menuruti segala yg dia minta (even itu demi kebaikan saya). dia tidak sebegitunya menerima saya apa adanya. daia begitu mati-matiannya mengubah saya menjadi seperti yang dia mau. saya, begitu mati-matiannya juga ingin dituruti apa maunya. me, sometimes just wanna be listen by you... not only loved by you... kecintaan dia yang besar itu, membuat saya takut sendiri. takut membantahnya, bahkan takut untuk menyampaikan apa yg saya ingin dari relationship saya dan dia. bukan kah baiknya 'that' kind of relationship (u know what thats relationship about ya...) adalah tentang saling mendengar dan saling menerima satu sama lain seada-adanya. menjadikan masing-masing lebih baik, dengan cara yang baik. not pushing each other. and never hurt each other (like we used to do). ahh... again... when love is not enough. when my love for you is not enough. when your love for me is not enough. when a relationship is not only about love. it's more than that. more and more than that.

needs more than love to makes everything going well, indeed. in everything!

2 comments:

Ifa jati fallat said...

who've said it's about love?it's abput commitment

Agni Giani said...

ya makane si gw blg cinta ajah ga cukup. malah cmn sepersekian nya dr keseluruhan ;)