March 31, 2011

tonite gratitude

Alhamdulillah... thanks to Alloh for gave me such a wonderful life with you. To be frank, it was really precious and memorable. Setiap harinya yang pernah aku habiskan sama kamu, gak ada satupun yang sia-sia. Semuanya penuh manfaat. Bukan karena kamu, tapi melalui kamu -gak berlebihan klo aku bilang- hidup aku banyak berubah... InsyaAlloh menjadi lebih baik tentunya.

After all, kamu itu sosok yang aku kagum. Seperti Ibu yang mengajak untuk tambah rajin sedekah, dhuha, tahajud, puasa senin-kamis, juga seperti Ayah yang selalu mengingatkan pentingnya makan malam, kamu jadi figur yang sangat bisa dicontoh. Seperti ada Ayah-Ibu didekatku. cerewetanibu + wejangan2ayah + nasehat2kamu = paket komplit ;)

Terimakasih, sudah bersedia menjadi bagian dari hidupku.

Kamu baik2 selalu yah... Ingat! kompres mata dan makan yg benar (plus minum susu).

March 29, 2011

ngidam maicih

beberapa bulan lalu slh satu tmn bawa (mungkin ada) sekilo keripik setan maicih, pedesnya emng luar biasa dahsyat. sampe si tmn expat menamainya 'Dragon Singkong' pedes ampe mulut panas ber-api ky naga kali yeee... dunno :D. nah terakhir kali mudik ke Bandung, saya gak berhasil dapet tu pikset. dan si neng tmn saya jg terakhir kali ke Bandung, kawinan dia. ya mana sempat bawa maicih. belakangan semakin ramai di twitter ttg si emak ini, makin lah membuat kami bertambah mupeng!

neng A.F.A [1:47 PM]:
neng...
mesen ma icih tiasa nganggo tikijne
tiap selasa sama kamis jam 9 pagi
si gue [1:48 PM]:
waaaaahhh
neng A.F.A [1:48 PM]:
maximum per orang beli 4 bungkus
kalo pake paket yang sehari sampe harganya (utk 4 bungkus keripik) 88ribu rupiah udha sampe balikpapan
hebat yah gw nyari ingpo nyah...
heuheuy
si gue [1:49 PM]:
yg wkt itu tea geuning gw blg, bisa jg tlp hotline nya kekekek
tp inpomu lbh lengkap
keprok keprok
neng A.F.A [1:50 PM]:
hahahahaha
si gue [1:50 PM]:
kemis ini atuh yuk kita pesan
neng A.F.A [1:50 PM]:
tadi sayah telepon ke si pesonajne nya
he-eh eta sayah ge mau pesan...
mau berapa neng?
si gue [1:51 PM]:
buset ampe tlp wkwkwk
sebungkus teh sakumaha nyak?
neng A.F.A [1:51 PM]:
kalo>4 harus pake 2 nama
biasa we ukuran pikset neng..
si gue [1:51 PM]:
kecil atuh
neng A.F.A [1:51 PM]:
250gram mun teu salah mah
he-eh 15rebu eta teh
si gue [1:51 PM]:
kurang meureun 250gr mah haha
neng A.F.A [1:51 PM]:
tadi gw tlp yang nyisa tinggal gurilem
matak...
kalo beli 8 bisa ter-icih icih kita neng
:D
si gue [1:52 PM]:
gurilem 4, pikset 4
kitu meureun nya
pake nm aku ma km
kumaha?
hihihi
neng A.F.A [1:53 PM]:
saya kurang begitu hobi sama gurilem, neng...
jadi kita ambil gurilem nya 2 saja yah?pikset nya 6 gitu?
tapi sugan mun beda mah bisa seorang neng
si gue [1:53 PM]:
hoo, klo gt pikset aja udah semua
neng A.F.A [1:53 PM]:
jadi mun kitu 8 pikset dan 4 gurilem
hahahahahha
si gue [1:54 PM]:
lha naha jd ngalobaan
wkwkwk
neng A.F.A [1:54 PM]:
okeh..siap...
si gue [1:54 PM]:
8 pikset we neng
neng A.F.A [1:54 PM]:
soalnya ongkir pasti sarua neng...
si gue [1:54 PM]:
iya sih ya
neng A.F.A [1:54 PM]:
okelah coba hari kemis ku sayah ditanyain lagi yah
si gue [1:54 PM]:
tp kan ongkir 28rb teh per 1 kg, per 4 bks brarti
neng A.F.A [1:54 PM]:
tunggu kedatangannya di kantor Manggar
si gue [1:55 PM]:
hahahha
siaaappp
nuhun ah neng ingpona
neng A.F.A [1:55 PM]:
okeh2...
si gue [1:56 PM]:
eh neng pesennya yg lepel10 yak
neng A.F.A [1:56 PM]:
hahahaha
yu rid may main neng
si gue [1:56 PM]:
mantaabbb

*perbincangan disela-sela kesibukan kerja via Office Communicator
*dengan bahasa campur aduk, maap klo sebagiannya sulit dipahami
:D

March 27, 2011

berbaris sampai mati

abdi negara, prajurit bangsa pejuang rakyat....
tetap sedia berbaris rapih, bahkan ketika jasad telah terkubur tanah.
tetap sedia mengabdi, memakai helm sampai nisan tertancap.
tetap teratur dan diatur, bahkan ketika nafas pun tak sanggup lagi.


*Taman Makam Pahlwan Dharma-Agung, Balikpapan*

March 21, 2011

[review] Rahasia Meede

Taruhan! bakal banyak yang gak setuju klo memilih refreshing dengan membaca novel ini. Tidak mainstream, berani beda (dari kebanyakan novel Indonesia), dengan garapan yang sangat serius. Layaknya novel-novel yang sealiran dengan hasil karya Dan Brown, tentu Rahasia Meede ini cukup 'thrilling'. Dengan kemampuan otak saya yang (sungguh) terbatas ini, alhasil waktu pembacaan jadi lama, lebih dari seminggu (akibat lama gak disuguhi bacaan 'berbobot' - salahkan novel-novel roman picisan dengan cover-nya yg menarik itu :D).


Background sejarah kolonial Belanda yang dimulai dengan sarikat dagang bernama VOC menjadi selubung cerita. Perihal mitos harta karun VOC yg konon tertanam di perut bumi negara bekas jajahan Belanda mendatangkan beberapa pihak untuk menemukannya. Masa kini... 3 peneliti muda dari Belanda, 1 mahasiswi pasca-sarjana Leiden, serta beberapa pihak pribumi yang semua carut-marut menguak tabir rahasia harta karun tersebut.

Membaca novel ini, saya diajak berkeliling ke daerah-daerah terpencil di Indonesia, diajak mengingat kembali pelajaran sejarah kolonial Belanda, berlayar dengan kapal phinisi, menyeberangi lautan hingga ke negeri kincir, sampai menyeberangi nalar pikiran dengan ikut-ikutan berasumsi akan plot cerita. Saya diajak pula berkenalan dengan Hatta dengan pidato-pidatonya dan Gandhi dengan 7-Dosa-Sosial nya. Diksi menarik, membuat 'otak bekerja'. Dan imajinasi berputar liar. 4 of 5 stars.

Lalu, apakah sebenarnya harta karun VOC itu? siapakah Meede yang menyimpan rahasia itu?

temukan rahasianya dalam Rahasia Meede ;)

March 20, 2011

Retoris

"apa kamu ingat, waktu kita putus untuk yang pertama kalinya. bukan yg pertama kalinya sama kamu, tapi itu memang putus cintaku yang pertama. setelah kita putus, ga lama kita ketemu di bimbel. ya, sekelas! tapi apa yg terjadi, kamu hanya diam tiap kali kita berpapasan, begitupun aku."

"kamu pikir aku masih punya muka untuk ngomong sama kamu?waktu itu kita masih smp. aku juga ga tau harus bersikap gimana. itu juga putus cintaku yang pertama."

"sampai bimbel kita berakhir, dan kita masuk sma, ternyata tokoh kamu masih ada aja di hidup aku. aku pikir kita selesai sampai situ, ternyata aku salah besar. kamu datang lagi. sepucuk surat lagi. dan benar, kamu datang lagi untuk aku disaat aku sedang dekat sama cowo lain. kamu kira aku ga bingung waktu itu? aku ingin bergerak menuju kamu. sama kamu lagi. tapi aku ga bisa saat itu. ada orang lain..."

"perjuanganku kali itu ga membuahkan hasil. aku menempuh jarak berkilo-kilo meter di malam hari, naik angkutan umum, mencari rumah kamu yang aku belum tau dimana hingga aku nyasar. hanya berbekal sebuah alamat yang tidak diketahui kevalidannya. hanya demi kamu. demi mengantar sekotak coklat di hari valentine, untuk kamu... yang ada kamu malah mendiamkanku di teras rumahmu."

"entah kenapa selalu ada yang jadi intel aku. tanpa aku tanya, aku selalu tau hal-hal tentang kamu. sampe nomer handphone kamu. kita mulai lagi, saling bergantung, saling mengisi, saling menghibur, saling mendukung. sampe ga sadar aku jatuh lagi. scrapbook itu puncaknya. kertas2nya aku gunting sendiri, aku gambari sendiri, aku tulis sendiri. semuanya aku kerjakan dengan tanganku sendiri. hanya dua hari, semuanya siap aku kirim untuk ulang tahun kamu ke-17. entah kerasukan apa aku waktu itu."

"itu ultahku yang paling berkesan. buku yang sering aku baca berulang-ulang"

"apa yang terjadi setelahnya?ga berapa lama setelah itu...kita ketemu lagi. tapi keulang lagi, kejadian seperti dulu. kita ketemu dalam diam. hanya kita yang tak saling bicara satu sama lain, sementara sama teman2 yang lain kita bisa sampai tertawa. waktu itu reuni SD. kali itu pun, kita berpisah dalam diam. tanpa kata sepatahpun. teman2 kita bilang kita hebat, masih bisa bersama sejauh itu. kita mengantarkan langsung undangan reuni ke tiap2 orang, kerumah mereka masing2. kita yang melakukannya. tapi hari-H nya, malah menjadi hari yang berhasil merusak mood aku. kamu pergi gitu aja. aku benci hari itu."

"aku ga tau harus gimana..."

"ga lama dari kejadian itu, aku ke jogja. kamu, mulai sms lagi. menemani hari-hari aku di jogja. kamu, selalu bisa membolak-balikan keadaan. dan aku, bodohnya aku, selalu terbawa arus yang kamu ciptakan. selepas lulus sma, kita kehilangan masing-masing. aku ga tau kamu kuliah dimana. sampai suatu hari, lagi2 ada yg membocorkannya. ah, intel yang lain. beberapa tahun lewat. aku asik dengan kehidupan kuliahku, begitupun kamu. ga kerasa, 3 tahun. sampai sesaat setelah aku lulus, kamu sms lagi. kamu muncul lagi. lagi2 aku sedang sama yang lain. tapi hal itu ga menghalangi kita untuk tetap saling mengisi. kamu hilang lagi, hingga aku akhirnya migrasi ke jakarta. kamu ada lagi... memintaku untuk membantu tugas kuliahmu. kamu ga tau saat itu aku sudah pergi dari bandung. dari situ, kita mulai lagi. muali lagi berkomunikasi, meski kamu bersama yang lain dan aku tidak."

"kalau saja kamu kabarin aku waktu kamu wisuda..."

"salahin aja aku, yang masih suka penasaran mencari kamu. tapi kenapa selalu saja ada jalan untuk kita ketemu. sampe pada akhirnya kita memang benar2 dipertemukan lagi. dekat lagi. dan kita terbang kembali akan memori-memori masa lalu kita. umur 13, kencan yang seringnya lewat telpon, kemping bersama, putus kita yang pertama, hingga scrapbook. kamu membawaku lagi masuk ke dalam duniamu. aku yang kala itu sedang patah hati, mulai menata serpihannya dengan bantuanmu. kita pun kembali bersama, meski kamu menarikku di tengah2 hubunganmu dengan orang lain. aku tetap percaya kalau kita akan bersama"

"kali itu memang salahku..."

"tapi kamu hanya berjanji tanpa bukti...kamu menyakiti ku lagi. hingga kini aku tak bisa lupa gimana sakitnya rasa itu. waktu kamu tinggalkan aku lagi untuk yang kesekian kali. harusnya aku lebih kuat karena ini bukan putus cinta yang pertama. tapi kini aku semakin dewasa. semakin memahami artinya kamu untuk aku. aku aja ga tau apa aku bisa bangkit atau engga. kembali kita terdiam. saling diam. meski suatu hari kamu bilang kalau aku ga boleh menghilang lagi dari kamu. datang dan pergi sesuka hati kamu. apa kamu tau rasanya direngkuh, namun seketika dihempaskan? yang ada sakit. bukan lagi berkeping, tapi jadi lebur."

"kamu pikir aku ga ingat kamu?tau knp aku ga ingin ketemu kamu?aku takut, malah akan menyakiti kamu lagi. aku ga tau harus gimana kalau aku ketemu kamu. beberapa telponku di tengah malam itu, karena aku yang merasa kehilangan. lalu kenapa km juga beberapa kali menghubungi ku di tengah malam?"

"2 minggu lagi, tepat sebelas tahun perjalanan kita. tapi kamu lihat kita sekarang, berdiam di tempat dengan muka tertekuk dan suram ada di atas kepala kita. apa kamu nyaman dengan keadaan kaya gini? karena aku engga. aku mungkin orang yang gak peka. yang ga bakal pernah tau kalau kamu ga bilang langsung sama aku kalau kamu memang ga pernah cinta sama aku. lalu kedepannya gimana? aku ingin normal. aku ingin mengakhiri perjalanan ini dalam bentuk apapun. kita sama2 sendiri sekarang ini. kita akan bagaimana?"

"11 tahun. sudah selama itu ternyata... kalau aku ga cinta sama kamu, aku sudah pergi dari lama. gak mungkin aku merasa ga enak sama kamu. aku butuh waktu, aku ga ingin menyakiti kamu lagi. kalau aku ga cinta sama kamu, knp aku msh mencoba menghubungi kamu lagi. dan juga kamu, knp masih bertahan?"

"apa kita masih saling cinta?"

"menurutmu?"

March 19, 2011

Sepatu Kantor

red flat shoes; murah meriah nyaman asoy. tp merahnya itu bo! hanya berani make ke kantor dengan celana hitam dan atau atasan hitam. heuheuuu... (knp jg kepikiran beli sepatu ini dl)

simple-black-flat-shoes; murahmeriah juga, TLTSN. hitam dan flat. otomatis jadi sepatu ngantor andalan. macthing dengan baju apa sajo dan bisa dipake lari-larian, naek turun tangga. mantabb!!

tapi yang paling yahudd sih tetep ini. old-school banget, juara! mau pake rok, celana, apapun, ehm... sepatunya ttp ini. apapun baju kantornya, sepatunya tetap converse, hidup Converse! ;)

sangat diberkahi dengan kebebasan yang diberikan kantor untuk boleh memakai sepatu jenis apa saja. besbaaasss!! jadi gak pusing mikirin beli sepatu kantor yang resmi-resmi itu. hohoho...

WorkDesk

3 tahun 2 bulan sudah saya berada di kantor balikpapan. dan selama rentang waktu itu pulalah saya duduk disini. tepat disini tak pernah pindah (jangankan) ke ruangan lain, pindah meja pun tak pernah. hufff...


yaaa ya ya... berantakan memang. meja saya ini yang paling luas diantara meja2 lain diruangan. lebar dan panjangnya lebih dari 2x ukuran meja-meja lain. gak tau kenapa saya yg kebagean meja panjang ini. alhasil semuamua seringnya ditaruh dimeja saya ini. bisa dibilang, disini jg lah pusat kegiatan di ruangan saya.

prasasti; catetan pengingat dan segala coratcoret gak penting.
selalu tergelar di atas meja. klo dah penuh ganti baru yg kosong :D


laci serba ada; ini laci apa gudang?!

March 17, 2011

midnite thought - mulut diam, hati diam

protes, adalah hal yang manusiawi. sekecil apapun, manusia pasti pernah protes. taruhan ama saya, entah itu bayi, atau kakek nenek, semua orang pernah protes. yang tentu saja perwujudan dan ekspresinya sungguh luar biasa beragam.

bentuk protes paling nyata semisal demo mahasiswa di gedung MPR, demo karyawan nuntut naik gaji. dalam hal itu keliatan jelas bentuk protes nya. apa yang di protes-kan, kepada siapa oleh siapa juga jelas. bentuk lain protes bisa juga semacam aksi jait mulut, menuntut apa lah itu. protes tp gak agresif. malah cenderung menyakiti diri. anak kecil yang mogok makan juga bentuk protes. saya juga pernah buat aksi tutup mulut dirumah, ketika protes sama ayah ibu. berbagai macam bentuk protes yang dikeluarkan. namun bentuk-bentuk tadi termasuk protes yang disalurkan, ada pengeluarannya. terlihat, jelas, dan nampak.

ada juga protes yang tak bisa tersalurkan. ketika menghadapi hal yang sebenarnya memicu protes saya, namun karena banyak hal, akhirnya protes itu tidak keluar dalam bentuk-bentuk yang nampak seperti tadi. meski ingin protes kepada pihak-pihak tertentu karena suatu hal-hal tertentu, tapi sungguh keadaan memaksa saya gak bisa protes. dengan kata lain, protes terpendam. jadinya semisal ngedumel sendiri, misuh-misuh sendiri, bahkan sampai marah-marah sendiri sama diri sendiri dan sendirian. annoying! membahayakan kesehatan (jiwa) juga. lbh parah lagi ketika gak protes dlm bentuk nampak, pun gak ada acara misuh2 sendiri. terlihat fine-fine saja, namun hati begitu bergemuruh. masih protes! ini paling bahaya.

misuh-misuh sendiri (baca: gak d hadapan org lain ya..), paling tidak ada emosi yang tersalurkan. beberapa orang mungkin begini cara protesnya. tapi hal yang terakhir tadi, protes di hati tadi yang sungguh paling bahaya. mulut boleh saja diam. mimik boleh saja manis. namun bila hati tetap protes....hmmm...bisa panjang urusan. dan sungguh, pengamanan terhadap protes pun akan lebih sulit dilakukan. rasanya pun sangat tidak nyaman. lebih tidak nyaman dari habis marah-marahin orang krn protes, lebih tidak nyaman dari betapa capeknya berdiam diri sama orangtua yg setiap hari ketemu, dan lebih tidak nyaman dari misuh-misuh sendiri di kamar mandi kaya orang gila.

ketika saya pernah suatu ketika mengeluh ttg kerjaan sama teman saya (salah satu bentuk protes yang lain jg nih), tiba-tiba dia bilang bahwa kalau memang kita gak protes sama seseorang terhadap sesuatu, dalam bentuk apapun, alias berdiam diri doing nothing, makanHATI kita pun harus ikut diam. deg! iya juga yah... kalau pengen protes ya ngomong. kalau gak ngomong ya masuk kamar mandi, misuh-misuh sendiri sanah! tapi kalau memang protes engga, misuh2 jg kynya engga, maka diam. diamkan hati juga, jangan biarkan sampai bergemuruh meski sedikit. ketika mulut tak bisa mengeluarkan protesnya, maka hati juga harus diam. shut down. dan itu lebih berguna....

so speak up! if not, i'll just shut my heart down.

March 13, 2011

Dia [2] - sms mengejutkan

Sebuah sms mengejutkanku di suatu sore.
“Miss u Neng”
Dari dia. Tanpa sadar, mataku mendadak panas lalu berkaca-kaca. Tiga hari tanpa kabar, tanpa sms, tanpa telepon, tiba-tiba muncul dengan isi pesan singkat begitu. Membuat aku bertambah kesal. Aku sesak hingga terisak. Pesan singkat itu mengetuk satu pintu di hatiku. Aku kesal sekali padanya. Baru tiga hari tak bertemu, tiga hari tanpa kabar darinya. Tiga hari memendam kesal ini padanya. Kalau saja dia ada dihadapanku sekarang ini, sudah tentulah badannya kupukul, kucubit juga perut kerasnya, dan kejambak rambutnya yang sebenarnya susah untuk dijambak. Anehnya, meski begitu mengapa aku begitu kangen. Kangen disertai kesal yang bertambah, karena kekesalan ini tak kan terlampiaskan padanya esok hari. Liburanku masih tersisa dua minggu lagi. Aku masih harus menunggu dua minggu untuk menumpahkan kesal ini.
“Kamu… kmn aja?”
Dan kesalnya berakhir begitu saja seiring terkirimnya sms balasan dariku. Frankly, i miss you too, dear...

March 12, 2011

Fashion StyLice(s)

bukan hanya selebriti ternyata yang bisa ketilang fashion police (ehm, kaya di tipi tipi itu lho, E! channel :D ), dalam kehidupan saya pun tak luput dari peran serta para fashion police, yang pada kelanjutannya mereka ini (bisa) dimanfaatkan menjadi fashion stylist dalam kehidupan berbusana saya *halah*. beberapa diantaranya adalah....

1. Bapak - ayah saya
tinggal seatap lebih dari 20 tahun sama Bapak, gimana engga keperhatiin segala rupanya tentang saya. termasuk urusan berbusana. terlebih karena tanggung jawabnya sebagai seorang ayah sama anak gadisnya, ditambah lagi penyandang dana tunggal, alhasil merasa berhak lah Bapak untuk cerewet masalah pakaian (dan urusan yg berkaitan dgnnya). dari dulu, setelah saya bisa mengingat, kecuali beli seragam sekolah, urusan beli membeli baju ini menjadi dominasi Bapak sepenuhnya. Bapak semua yang pilihin, baiklah Pak, krn anda yang punya duit. mau pergi-pergi, pasti bapak juga yang memastikan saya memakai baju yang proper. 'ganti bajunya, yang lebih rapi' 'sepatunya jangan yg itu' dan sebagainya. Mama dan adik-adik saya juga tak luput dari komentarnya. ampai kuliah masih juga urusan beli membeli baju, tas, jeans, sepatu, semua based on approval Bapak. jadinya saya hanya berani beli dan pakai t-shirt. aman. beli sepatu juga, boleh sih beli sendiri ke tokonya. tp sblmnya mesti blg dl ke bapak 'mau beli sepatu anu, modelnya begini, bla bla bla' klo oke, baru saya pergi beli :(

efeknya, setelah saya merantau, dan mulai bisa (harus bisa) membeli baju sendiri, terkadang saya merasa gak pede. saya merasa banget butuh Bapak buat kasih masukan apa baju yg saya pilih ini sesuai sama seleranya atau tidak. pertama kalinya memakai baju hasil beli sendiri setelah gaji pertama, saya ketakutan. parno. takut bapak mencela baju saya. tapi ternyata tidak ada celaan itu, krn yang saya pakai, kostum aman. jeans dan tshirt :D. Terutama soal jeans, 'jeans denim itu wajib punya. itu bisa matching sama semua atasan. dan jeans warna biru yang samar juga.' sambil bapak liatin jeans2nya sebagai contoh. dan pilihan Bapak (dari saya masih abege) akan warna-warna tanah (oranye tua, merah bata, coklat dan gradasiannya), ternyata itu cocok sekali dengan saya. ehm baru sadar sekarang ini akan pilihan bapak yang satu itu. thx Paaak ;)

*tapi sampai sekarang saya gak pernah berani beliin Bapak baju. masih takut gak sesuai :D

2. mr.XYZ - buddy buddy
tampilan sekilas sih boleh cuek. pekerjaan boleh lah cowok banget. tapi diam-diam dia pemerhati fashion. terutama fashion cewek-cewek di kantor. siapapun ceweknya. mau itu mbak sekertaris, ibu admin, apalagi teman-teman cewek. wajar. pria kan pastinya merhatiin perempuan. mr.xyz ini yang paling berani kedua setelah bapak dalam urusan mengkomentari pakaian dan dandanan saya dari ujung rambut hingga ujung kaki. sampai ke urusan parfum. semuaaa dikomentarin!

kata-kata semacam 'baju kamu aneh', 'celana kamu modelnya gak pas', atau 'sepatunya terlalu janggal' itu sudah sering saya dengar. hingga komentar make-up dan parfum semacam. 'fresh banget hr ini, pk blush-on?' atau 'nah ky gini dandannya bagus, gak menor, pas' 'parfum pas sm kamu, segar'. belum lagi komentar dandanan rambut. cocoknya diapain, rambut gimana yang cocoknya dengan baju gimana, panjangnya segimana, poninya kaya gimana. itu juga gak luput. pleuuss aksesoris berupa kacamata atau bando atau jepit-jepit gitu juga ikutan dikomentari. cukup fair sih si mister ini, gak hanya kritik pedas krn dianggap saltum, tapi juga klo lg emang bagus ya blg. jadi saya tau yang mana sekiranya yang pas dan yg mana sekiranya gak perlu d pake lagi. yaaa paling gak ada masukan deh buat saya hehehe...

*sampe bikin saya ngasiin bbrp baju, celana, sepatu, n kacamata ke tmn2 yg siap nampung krn mnurutnya barang2 itu gak cocok ama saya.

3. nona cindy - ma bestiest
orangnya memang senang berdandan. meski doi ini seorang engineer yang bekerja di lapangan, tp sangat memerhatikan penampilan secara keseluruhan. baju, celana, sepatu, tas, sampe aksesorisnya berupa syal dan anting2. diantara semua wanita yang saya kenal dekat di kantor, nona inilah yang paling jujur masalah mengomentari penampilan. alias paling blak-blak-an. 'gak matching'' kamu pantesnya pake yg model begini' 'masa sepatunya itu sih..' tapi pernah juga sih bilang 'cantik banget sih hr ini' 'bagus bajunya'. more or less sama ama si mister xyz, cukup fair. klo lg pelanggaran kostum dia bisa sangat blak-blak-an, tp klo kostum saya lg baik dan benar, ya di bilangin. hehehe...

*i heart u lah Non pokonya :*


March 9, 2011

kapan?

Sekali lagi, hari berangsur gelap. Matahari berganti bulan. Riak awan berganti terang bintang. Aku bermalam di bukit harapan. Cukup ditemani hangatnya api cinta dan segenggam roti kasih sayang. Aku tak ingin lebih untuk membuatku bertahan malam ini. Tak butuh selimut untuk melindungiku dari serangan nyamuk nakal. Dan seperti malam-malam sebelumnya, pun aku tak butuh bantal untuk membuatku nyaman. Karena semua lega akan menyerbu begitu kamu datang. Kamu datang malam ini kan? atau kapan?

Tuhan, boleh ya aku intip buku catatan-Mu? hanya di bagian 'kapan dia datang' saja kok... boleh kan?



March 6, 2011

soulmate: will fit on you all the way

Tina baru kembali dari cuti menikahnya. Temu kangen cipika cipiki dan mulailah sesi wasweswos (baca: rumpi) kami di locker room kantor - ruang ganti wanita merangkap musholla merangkap rest room merangkap nursing room dan banyak lagi fungsi lainnya. Wasweswos kali ini tentunya gak jauh dari seputaran pernikahan Tina, mulai dari akad nikah hingga resepsi serta serentetan tektek bengek adat peradatannya. Tina yang keturunan Minang dan suaminya yang Jawa totok. Seru sekali dengar ceritanya.

Hingga mampirlah pada perbincangan serius yang nyerempet-nyerempet masalah jodoh - well, saya dan Tina termasuk jarang berbincang serius, kebanyakan yang kami obrolkan seringnya bercandaan gak jelas :D.
"masih amaze sih Na, gimana akhirnya kamu memutuskan nikah sama dia"
"hahaha... mengingat dulu gue bilang kalau gue baru akan menikah umur 28 nanti?"
"yeah... but look at you, who's getting married first... and you're not even 25 right now"
"gue sendiri aja amaze Ra... "
"and you marry someone who's... ehm sorry..."
"...not my type?"
"yeah.. short of..."
"haha... that's the most amazing part or maybe the craziest part of getting married. you marry someone who's not even your type. me, i never imagine before, never ever imagine that a guy like him become my hubby. not at all. but... you can see now Ra..."
"hmmm... i still don't get it...hehe"
"just stop looking... what's best not come in a hurry. whoever the guy come to you later, surely the best for you. will fit on you in all the way you are"

Shocking, Tina yang bulan lalu masih cablak dan cuek hari ini bisa 'ngena'. Tetep amaze dan spechlees -up until right now- sama semua kata-kata Tina.

March 4, 2011

4 years seniority

Hey...
Tepat hari ini, tanggal ini, gak kerasa sudah 4 tahun saya bekerja disini. Perusahaan pertama yang saya kerjai... eh maksutnya perusahaan pertama saya kerja. Masih pertama dan satu-satunya. Entahlah suatu hari akan mendua (meski sering terbersit rencana untuk itu) atau tidak. Mendua dengan perusahaan lain atau mungkin mendua karena hal lain. So far... masih asik-asik ajah, masih bisa bertahan pretend to 'menikmati'. Tapi saya mensyukuri kok Tuhan, Alhamdulillah... sudah diberi pekerjaan yang cukup layak =)

gimana kah 4 tahun ini.....?

tahun ke-1
bocah bau kencur udah sok2an kerja. sering dikatain anak SMP 'mbak, nanti kantor ini bisa dituntut Komnas perlindungan anak krn mempekerjakan anak dibawah umur kaya gini...' heeee??? salahkan bodi saya yg susah gemuk! masiih belajar-belajar dari siapapun ttg kerjaan, dan sempat pergi ke tanah antah berantah di Sumatra sana, Duri.

tahun ke-2
setelah di asingkan ke Duri di awal tahun ke-2, balik-balik kantor lgsg ditodong 'kamu transfer ke Balikpapan yah, no choice. this is a command, no question' apaaaahh??? tapi asik-asik ajah sih, gak ada keinginan untuk protes (gak bsia juga) atau pemberontakan semisal 'ya udah, saya resign ajah!'. malah seneng... 'mayan duit pindahannya...hehe..' bosan juga di jakarta yg hectic dan malas juga dekat-dekat Bandung, lagian bos bilang sih setahun aja. eeehh tapi saya sukses ditipu! selamat! (kan, bocah bau kencur gampang d tipu company raksasa kaya gini).

tahun ke-3
di Balikpapan....

tahun ke-4
masih di Balikpapan... udah mulai gak enak duduk, sudah jenuh 'ngapain lagi yaaa weekend besok??'

masuk tahun ke-5 ini.... akankah, saya masih tetap di Balikpapan (dapet jodoh disini mungkin memamah biak, beranak pinak beberapa generasi) ataukah bulan depan saya transfer lagi ke Jakarta??..... hanya Tuhan (dan boss saya) yang tau...wallahualam... @_@

Dia [1] - flash back


Idul Fitri 2008


Semakin jelas lah status barunya. Dia ber-lebaran bersama kami anak-anak kost yang tak pulang kampung. Sama seperti kami, dia sendiri tanpa keluarga. Tanpa anak dan istri. Matanya sayu - seperti biasa. Entah darimana dorongan itu berasal, tiba-tiba aku berkeinginan menghiburnya – meski aku tak tahu persis apakah dia bersedih atau tidak atas perceraiannya itu.

Hari itulah, kali pertama aku mulai bercerita padanya. Bercerita bagaimana aku bisa terdampar di kota ini, bercerita tentang bagaimana aku yang justru excited untuk pertama kalinya berlebaran di kampung orang, hingga bercerita tentang siapa yang meneleponku semalam ketika kami berbuka puasa bersama di malam takbir – kebanyakan tentu saja aku yang mengoceh.

Hari itulah, kali pertama aku diboncengnya. Di atas motor matic merahnya. Bercerita apa saja sepanjang perjalanan menuju rumah-rumah teman yang mengadakan open house. Menjadi teman ‘rakus’ di setiap rumah yang kami datangi. Dari satu rumah ke rumah lainnya, kami selalu rakus bersama. Sambil berkelakar bersama. Senang melihatnya tertawa. Dengan gigi-gigi putihnya yang berderet rapi. Matanya lebih berbinar dari kemarin-kemarin. Sayunya sedikit-sedikit menghilang.


March 2, 2011

i'm welcoming you, destiny...

terakhir kalinya saya menginginkan sesuatu dengan sangat, saya kurang 'berhati-hati'. ketika keinginan itu hampir terwujud ( hampiiir, sedikit lagi, tinggal sebar), tapi ternyata gagal, kecewanya luar biasa. wajar, manusiawi. tapi itu karena kurang 'persiapan'. kehati-hatian dan persiapan itu bukan pertanda pesimis, but prevention kan yah. IMHO.

dari situ ada lesson learned, ada hikmah yang bisa diambil. itung-itung sharing knowledge and best practice gmn tindakan prevention dari hal-hal sedemikian (baca: menghadapi kemungkinan terburuk)... segimananya saya menginginkan sesuatu, saya harus tetap menjaga keinginan itu jangan sampai out of 'control' dalam artian diluar kendali akan buncahan keinginnan-keinginan itu. menurut buku yang saya baca (dan dari bbrp teman), keinginan itu memang harus kuat supaya dapat saya tanamkan di alam bawah sadar sehingga menjadi doa-doa yang sungguh-sungguh dan akhirnya dpt terwujud, tapi... 'persiapan' dan kehati-hatian itu tetap perlu. saya kan bukan cenayang yang bisa tau besok akan ada kejadian apa. so based on my practice, keep your willing like water in the bottle, not soda. yang ketika d guncang tetap didalam botol, tidak akan blow out seperti soda.

saya memang orang yang keras menciptakan keinginan menuju wujudnya. terkadang merutuki diri sendiri bila tak kesampean. dan akan sungguh keras terhadap diri sendiri semakin harapan dan hasrat itu perlahan-lahan mendaki mengalahkan tingginya nalar dan doa-doa saya. out of control. diluar kendali saya.

jadi, untuk keinginan 'ini', keinginan saya sekarang ini, yang saya sangat inginkan ini (penuh penekanan), ijinkan saya untuk menjaganya supaya tidak membuncah dan tumpah ruah hingga puncak hasrat saya, Tuhan... iya, saya menginginkan ini dengan sangat. tapi insyaAllah saya akan terima juga bila toh bukan saya yang terpilih nanti. sungguh saya tak keberatan akan segala keputusanMu.

ternyata lebih lega begini rasanya Ya Tuhan... serasa lepas dan bebas tanpa beban. destiny, just come to me. i'll welcoming u with my hands widely open.


*apakah saya atau bukan yang dipindah ke Jakarta, rencana-rencana besar sudah saya persiapkan. bismillah... =)