March 12, 2011

Fashion StyLice(s)

bukan hanya selebriti ternyata yang bisa ketilang fashion police (ehm, kaya di tipi tipi itu lho, E! channel :D ), dalam kehidupan saya pun tak luput dari peran serta para fashion police, yang pada kelanjutannya mereka ini (bisa) dimanfaatkan menjadi fashion stylist dalam kehidupan berbusana saya *halah*. beberapa diantaranya adalah....

1. Bapak - ayah saya
tinggal seatap lebih dari 20 tahun sama Bapak, gimana engga keperhatiin segala rupanya tentang saya. termasuk urusan berbusana. terlebih karena tanggung jawabnya sebagai seorang ayah sama anak gadisnya, ditambah lagi penyandang dana tunggal, alhasil merasa berhak lah Bapak untuk cerewet masalah pakaian (dan urusan yg berkaitan dgnnya). dari dulu, setelah saya bisa mengingat, kecuali beli seragam sekolah, urusan beli membeli baju ini menjadi dominasi Bapak sepenuhnya. Bapak semua yang pilihin, baiklah Pak, krn anda yang punya duit. mau pergi-pergi, pasti bapak juga yang memastikan saya memakai baju yang proper. 'ganti bajunya, yang lebih rapi' 'sepatunya jangan yg itu' dan sebagainya. Mama dan adik-adik saya juga tak luput dari komentarnya. ampai kuliah masih juga urusan beli membeli baju, tas, jeans, sepatu, semua based on approval Bapak. jadinya saya hanya berani beli dan pakai t-shirt. aman. beli sepatu juga, boleh sih beli sendiri ke tokonya. tp sblmnya mesti blg dl ke bapak 'mau beli sepatu anu, modelnya begini, bla bla bla' klo oke, baru saya pergi beli :(

efeknya, setelah saya merantau, dan mulai bisa (harus bisa) membeli baju sendiri, terkadang saya merasa gak pede. saya merasa banget butuh Bapak buat kasih masukan apa baju yg saya pilih ini sesuai sama seleranya atau tidak. pertama kalinya memakai baju hasil beli sendiri setelah gaji pertama, saya ketakutan. parno. takut bapak mencela baju saya. tapi ternyata tidak ada celaan itu, krn yang saya pakai, kostum aman. jeans dan tshirt :D. Terutama soal jeans, 'jeans denim itu wajib punya. itu bisa matching sama semua atasan. dan jeans warna biru yang samar juga.' sambil bapak liatin jeans2nya sebagai contoh. dan pilihan Bapak (dari saya masih abege) akan warna-warna tanah (oranye tua, merah bata, coklat dan gradasiannya), ternyata itu cocok sekali dengan saya. ehm baru sadar sekarang ini akan pilihan bapak yang satu itu. thx Paaak ;)

*tapi sampai sekarang saya gak pernah berani beliin Bapak baju. masih takut gak sesuai :D

2. mr.XYZ - buddy buddy
tampilan sekilas sih boleh cuek. pekerjaan boleh lah cowok banget. tapi diam-diam dia pemerhati fashion. terutama fashion cewek-cewek di kantor. siapapun ceweknya. mau itu mbak sekertaris, ibu admin, apalagi teman-teman cewek. wajar. pria kan pastinya merhatiin perempuan. mr.xyz ini yang paling berani kedua setelah bapak dalam urusan mengkomentari pakaian dan dandanan saya dari ujung rambut hingga ujung kaki. sampai ke urusan parfum. semuaaa dikomentarin!

kata-kata semacam 'baju kamu aneh', 'celana kamu modelnya gak pas', atau 'sepatunya terlalu janggal' itu sudah sering saya dengar. hingga komentar make-up dan parfum semacam. 'fresh banget hr ini, pk blush-on?' atau 'nah ky gini dandannya bagus, gak menor, pas' 'parfum pas sm kamu, segar'. belum lagi komentar dandanan rambut. cocoknya diapain, rambut gimana yang cocoknya dengan baju gimana, panjangnya segimana, poninya kaya gimana. itu juga gak luput. pleuuss aksesoris berupa kacamata atau bando atau jepit-jepit gitu juga ikutan dikomentari. cukup fair sih si mister ini, gak hanya kritik pedas krn dianggap saltum, tapi juga klo lg emang bagus ya blg. jadi saya tau yang mana sekiranya yang pas dan yg mana sekiranya gak perlu d pake lagi. yaaa paling gak ada masukan deh buat saya hehehe...

*sampe bikin saya ngasiin bbrp baju, celana, sepatu, n kacamata ke tmn2 yg siap nampung krn mnurutnya barang2 itu gak cocok ama saya.

3. nona cindy - ma bestiest
orangnya memang senang berdandan. meski doi ini seorang engineer yang bekerja di lapangan, tp sangat memerhatikan penampilan secara keseluruhan. baju, celana, sepatu, tas, sampe aksesorisnya berupa syal dan anting2. diantara semua wanita yang saya kenal dekat di kantor, nona inilah yang paling jujur masalah mengomentari penampilan. alias paling blak-blak-an. 'gak matching'' kamu pantesnya pake yg model begini' 'masa sepatunya itu sih..' tapi pernah juga sih bilang 'cantik banget sih hr ini' 'bagus bajunya'. more or less sama ama si mister xyz, cukup fair. klo lg pelanggaran kostum dia bisa sangat blak-blak-an, tp klo kostum saya lg baik dan benar, ya di bilangin. hehehe...

*i heart u lah Non pokonya :*


No comments: