March 2, 2011

i'm welcoming you, destiny...

terakhir kalinya saya menginginkan sesuatu dengan sangat, saya kurang 'berhati-hati'. ketika keinginan itu hampir terwujud ( hampiiir, sedikit lagi, tinggal sebar), tapi ternyata gagal, kecewanya luar biasa. wajar, manusiawi. tapi itu karena kurang 'persiapan'. kehati-hatian dan persiapan itu bukan pertanda pesimis, but prevention kan yah. IMHO.

dari situ ada lesson learned, ada hikmah yang bisa diambil. itung-itung sharing knowledge and best practice gmn tindakan prevention dari hal-hal sedemikian (baca: menghadapi kemungkinan terburuk)... segimananya saya menginginkan sesuatu, saya harus tetap menjaga keinginan itu jangan sampai out of 'control' dalam artian diluar kendali akan buncahan keinginnan-keinginan itu. menurut buku yang saya baca (dan dari bbrp teman), keinginan itu memang harus kuat supaya dapat saya tanamkan di alam bawah sadar sehingga menjadi doa-doa yang sungguh-sungguh dan akhirnya dpt terwujud, tapi... 'persiapan' dan kehati-hatian itu tetap perlu. saya kan bukan cenayang yang bisa tau besok akan ada kejadian apa. so based on my practice, keep your willing like water in the bottle, not soda. yang ketika d guncang tetap didalam botol, tidak akan blow out seperti soda.

saya memang orang yang keras menciptakan keinginan menuju wujudnya. terkadang merutuki diri sendiri bila tak kesampean. dan akan sungguh keras terhadap diri sendiri semakin harapan dan hasrat itu perlahan-lahan mendaki mengalahkan tingginya nalar dan doa-doa saya. out of control. diluar kendali saya.

jadi, untuk keinginan 'ini', keinginan saya sekarang ini, yang saya sangat inginkan ini (penuh penekanan), ijinkan saya untuk menjaganya supaya tidak membuncah dan tumpah ruah hingga puncak hasrat saya, Tuhan... iya, saya menginginkan ini dengan sangat. tapi insyaAllah saya akan terima juga bila toh bukan saya yang terpilih nanti. sungguh saya tak keberatan akan segala keputusanMu.

ternyata lebih lega begini rasanya Ya Tuhan... serasa lepas dan bebas tanpa beban. destiny, just come to me. i'll welcoming u with my hands widely open.


*apakah saya atau bukan yang dipindah ke Jakarta, rencana-rencana besar sudah saya persiapkan. bismillah... =)


4 comments:

Lyta said...

wah senangnya, sudah lebih tenang ya,..semoga dengan begini semuanya berjalan lancar..
Amiin
Btw - ini nih yang problem.. kalo bikin comment harus sign-in dulu

Agni Giani said...

amiiinn... lho ko gt yah mba?pdhl aku settingannya allow anonymous jg kok

indrewbapaw said...

lets hope, lets dreams... do the best and Allah will do the rest... Insya Allah hehheheh

Agni Giani said...

lets gooo... heheh...
insyaAllah, amiin