May 1, 2011

Sekotak Cadbury

14 Februari 2011
Coklat lagi. Kali ini Peter si bule Jerman yang membawanya. Tepat di hari valentine. Diantara bule-bule yang lain, Peter memang paling rajin 'menyuap' saya dan kolega satu tim dengan coklat bawaannya yang nikmat-nikmat. Yup, kami paling suka sama coklat-coklat yang dibawa Peter. Dia tahu persis, coklat yang dibawanya harus alcohol free dan 100% halal.

Kali ini Peter sedang lebih berbaik hati. Dari yang biasanya satu kotak coklat untuk ramai-ramai, kali ini dia beri kami masing-masing satu kotak coklat. Kotak biru bertuliskan Cadbury. Sekotak coklat Cadbury. Sambil bilang terimakasih sama Peter, lamat-lamat saya pandangi kotak coklat itu. Sekotak coklat Cadbury. Membuat saya ingat Adit.

---

14 Februari 2001
'Kak... ada temen datang nih' setengah berteriak ibu memanggil saya. Buyarlah konsentrasi saya yang sedang belajar Kimia. Besok pagi ulangan. Ugh!
'iyaaa... siapa bu?' malas-malasan saya keluar kamar. Siapa pula teman yang datang malam-malam begini. Tak biasanya juga ibu menyebut 'teman' alih-alih menyebut nama teman saya langsung. Siapa sih?

'Adit! ngapain malem-malem gini?'
'eh..anu...Rana, Adit boleh minta minum?'
'bentar...'
dengan gontai karena malas, saya pergi ke dapur demi segelas air dingin untuk Adit. Meninggalkan Adit sendirian di depan pintu rumah. Sendiri. Dan berdiri. Saya lupa mempersilahkan Adit masuk dan duduk.

'makasih Ra...' Adit meneguk habis satu gelas air mineral dingin dalam hitungan detik tanpa jeda. Dia pasti kelelahan. Tampangnya memang terlihat capai. Mukanya dipenuhi minyak dan keringat. Lusuh. Kemeja seragamnya tak terselip lagi. berantakan tak karuan.
'ada apa Dit?malam-malam gini...'
'duh Ra...ko galak amat nanyanya'
'karena kamu ganggu. aku lagi belajar, besok ada ulangan.'
'oh...maaf Ra...'
Sambil tetap tak tersenyum, saya mendengus kesal. Sudah datang tanpa pemberitahuan, mengganggu pula.
'Adit gak bakal lama kalau gitu...'
'mmm...kesini sama siapa?ko bisa sampe rumahku?'
'sendiri Ra, naek angkot. Adit kan memang simpan alamat Rana, tapi tadi sempat nyasar juga sih...'
'oh...okey...'
'...'
'lho ko malah diam? ada apa sih Dit?'
This is really wasting my time. Time keeps ticking! Dan saya masih harus melanjutkan belajar demi ulangan besok pagi. Adit masih berdiam setelah kali kesekian saya bertanya perihal alasan dia menemui saya malam ini. Oh c'mon Adit, jauh-jauh datang langsung kemari sepulang sekolah hanya untuk berdiri saja begini?

'ini Ra...' sambil tertunduk Adit menyerahkan kotak berwarna biru-putih yang berukuran kira-kira 15x15cm dengan tinggi 5cm. Cadbury, tulisan besar berwarna putih tepat di tengah-tengah kotak. Dan bunga berwarna pink terbuat dari pita jepang menempel cantik di salah satu sudut kotak.
'hee? apa ini?'
'Adit pamit...'
'oh...okey' dengan datarnya saya menjawab Adit. Alih-alih berterimakasih, saya malah tetap ketus. Masih kesal. Malam itu, Adit berlalu pulang tanpa pernah saya persilahkan duduk.

Esok harinya di sekolah, saya bagikan sekotak Cadbury pemberian Adit pada teman-teman kelas hingga habis tak bersisa. Valentine yang telat satu hari.

Saya tak pernah mencicipi coklat itu sedikitpun. Andai kamu tau, Dit...

No comments: