July 25, 2011

July 20, 2011

Limit

ada (banyak) hal, yang tidak perlu diketahui...
beberapa hal memang diciptakan untuk menjadi rahasia selamanya...

keterbatasan akan ketidaktahuan terhadap suatu hal,
dalam beberapa situasi bisa menjadi penyelamat yang hebat...

bersyukurlah manusia yang diberi banyak keterbatasan,
dari situlah belajar demi sebuah pencapaian...

July 19, 2011

#random: tentang tidur

tidur dengan lampu padam, hari kedua GAGAL. tengah malam, ditengah-tengah tidur saya bangun dan beranjak dari tempat tidur menuju switch lampu. tadaa! LAMP ON.

sebagian besar orang (yang saya tahu) mematikan lampu ketika tidur. tapi bagi saya, ini sulit. sulit sekali! bukan karena saya takut gelap, tidak. tapi karena perasaan yang tidak nyaman. bukan pula takut tempat sempit, tidak. tapi saya terkadang merasa sesak ketika kamar gelap. dan lagi, kalo gelap itu pastiiii banyak nyamuk. entah mengapa. dan sialnya, dalam keadaan gelap, saya tak bisa memburu nyamuk-nyamuk itu. maka dari itu, (balik lagi) kamar gelap ketika tidur membuat saya tidak nyaman. bukannya nyenyak, malahan gusar.

jagoan banget orang yang bisa tidur dengan keadaan kamar totally gelap. saya berkali-kali pernah mencoba pake lampu tidur 5watt (yg dikasih cap warna hijau muda..aaah cantik cahayanya), paling lama bertahan 7 hari berturut-turut. selebihnya, balik lagi nyalain lampu neon di kamar dan hanya sesekali saja pake lampu tidur. tetap, yang paling nyaman adalah tidur dengan lampu menyala.

bagaimanalah ceritanya bila kemudian saya berbagi kamar dengan yang tidur harus dengan gelap gulita. lampu mati tanpa cahaya seberkas pun. siapa yang akan mengalah? bisa-bisa pisah kamar. huff... dari hal-hal kecil macam gini juga harus di pikirkan. belum lagi urusan selimut.

sementara saya harus tidur dengan selalu berselimut, dan teman tidur saya tidak suka berselimut. nah loh. bisa-bisa malah pisah ranjang. ini hal kecil yang crucial. belom pernah denger sih ceritanya orang berantem karena urusan lampu dan selimut. tapi gimana klo memang itu bikin saya gak nyaman tidur. huff...

berbagi kenyamanan, mengalah demi kenyamanan bersama. kenapa tidak dia saja yang mengalah? mulai memakai selimut dan menyalakan lampu ketika tidur :D . boleh deh gelap gulita tapi kamu berselimut bersama saya, bagaimana? heuheuu... ini baru kebiasaan tidur. berikut sejuta kebiasaan lain yang totally bakal beda banget. menyamakannya, menyatukannya, gak semudah menarik nafas (ah saya narik nafas aja susah klo lg bengek mah hehehe). sukur-sukur klo emang sama kebiasaannya. kalo beda??!

dua jempol untuk yang berhasil melewati malam-malam penderitaan dengan kondisi tidur yang belum tentu paling nyaman, untuk yang mau mengalah merelakan waktu tidur yang paling berharga demi kenyamanan tidur teman seranjangnya. SALUTE!

karena jujur, saya belum bersedia mengorbankan kenyamanan tidur saya.... zzzz

July 12, 2011

follow

if i need to follow everything came out from my head, i'm pretty sure i'm gonna crazy.
also, if i need to follow everything felt in my heart... i'm pretty sure...
i'm gonna die!

July 7, 2011

Love and/or Commitment

suatu hari di suatu tempat. berbincang dan bercakap...eeerrrr...lbh tepatnya saya terjebak ditengah-tengah pembicaraan absurd tak berpangkal antara sekumpulan pria dan wanita yang sudah berkeluarga. yes, kenapa saya bilang saya terjebak, karena saya lah seorang yang belum berkomitmen diatas kertas (maupun di dalam hati).
 
Pria-A (sudah menikah): (berbicara pd semua) "udah nikah mah, cinta itu hanya sampai tahun pertama, selebihnya komitmen"

Pria-B (menikah, beranak lbh dari 1): (menimpali)  "bukan lagi, cinta hanya sampai anak pertama, selanjutnya komitmen.. hahaha"

beberapa wanita (sudah menikah): "dasar kalian para lelaki... pada gw laporin bininya lho!"


i was like...uwoow..jeng...jeng...saya hanya bisa mesem-mesem sendiri tanpa mengomentari. ah saya masih anak kecil diantara mereka. omongan para pria tadi bercanda sih tampaknya. tapi ya cukup mengena dan bikin saya jadi mikir. so, yang membuat sebuah rumah tangga itu bertahan... for the shake of commitment? sure for love, but love (only) up until ijab-kabul. up until they (the couple) decide to married each other. after that... love's turning into commitment (only). i know... i have no accountability for saying something bout married couple do.

one of my friend even saying "getting married? you could be just love the idea...not someone whom are u married with" #jleb #jleb #jleb. perhaps, dia ada benarnya.

i often feel 100% ready to married, be a wife, have a new chapter in life. i was really excited talking about life after marriage, about how it will my party, etc, etc. slightly thinking of my hubby wannabe, everynite. and it was more excited when you have someone there to be dreaming by. but once, when someone used to ask me to marry him... i was scared. yes, instead of felt 'touching', i felt surprisingly nervous. i suddenly ran into rest room, and cried. seriously cried. i'm scared... perhaps, i just love the idea of 'getting married'. then i keep ask myself "benarkah saya mencintainya sepenuh hati??" #curcol #ceritalama :D

kembali ke percakapan absurd diatas, yang kemudian menjadi topik kicauan saya. berbagai komentar seputar cinta dan komitmen pun menyeruak. beragam. berikut beberapanya:

@ladyA: komitmen buat sy cm seutas benang yg gampang putus. bisakah kamu melupakan cinta? *tanya balik* re: Cinta atau Komitmen?
@kangKung: Definitely not agree !!! re: pria: 'cinta itu sampai thn pertama, selebihnya komitmen'
@ladyB: cinta = intimacy+passion+love
@priaBeristri: Bukan berarti gag cinta meskipun gag pernah mengungkapkan nya di facebook ataupun twitter :D ---> (yg ini saya reply) berlaku sebaliknya, bkn berarti cinta klo sering mengungkapkan lwt twiter or fesbuk..bs itu jd tuntutan komitmen :D (dan si pria beristri like this! dia berniat share d fb, tp gak jd katanya takut merusak silaturahmi... ahahaha #nomention).
dan malah ada yang nge-tweet 'komitmen pake selembar kertas bertandatangan, cinta pake Facebook?! :D '
 *sila simpulkan sendiri...heuuu*

anyhooo...
sakitnya hati ketika cinta kita tertoreh kecewa, lelahnya logika ketika komitmen dinomorsatukan... sebagian orang pernah merasakannya. mau berpihak pada yang mana? pada cinta yang melibatkan hati, atau komitmen yang menguras energi? terserah masing-masing. at the end yang dicari adalah kelanggengan. daya tahan dari sebuah relationship dan tentu saja kebahagiaan. setiap orang beda-beda cara dan kepentingannya.