July 7, 2011

Love and/or Commitment

suatu hari di suatu tempat. berbincang dan bercakap...eeerrrr...lbh tepatnya saya terjebak ditengah-tengah pembicaraan absurd tak berpangkal antara sekumpulan pria dan wanita yang sudah berkeluarga. yes, kenapa saya bilang saya terjebak, karena saya lah seorang yang belum berkomitmen diatas kertas (maupun di dalam hati).
 
Pria-A (sudah menikah): (berbicara pd semua) "udah nikah mah, cinta itu hanya sampai tahun pertama, selebihnya komitmen"

Pria-B (menikah, beranak lbh dari 1): (menimpali)  "bukan lagi, cinta hanya sampai anak pertama, selanjutnya komitmen.. hahaha"

beberapa wanita (sudah menikah): "dasar kalian para lelaki... pada gw laporin bininya lho!"


i was like...uwoow..jeng...jeng...saya hanya bisa mesem-mesem sendiri tanpa mengomentari. ah saya masih anak kecil diantara mereka. omongan para pria tadi bercanda sih tampaknya. tapi ya cukup mengena dan bikin saya jadi mikir. so, yang membuat sebuah rumah tangga itu bertahan... for the shake of commitment? sure for love, but love (only) up until ijab-kabul. up until they (the couple) decide to married each other. after that... love's turning into commitment (only). i know... i have no accountability for saying something bout married couple do.

one of my friend even saying "getting married? you could be just love the idea...not someone whom are u married with" #jleb #jleb #jleb. perhaps, dia ada benarnya.

i often feel 100% ready to married, be a wife, have a new chapter in life. i was really excited talking about life after marriage, about how it will my party, etc, etc. slightly thinking of my hubby wannabe, everynite. and it was more excited when you have someone there to be dreaming by. but once, when someone used to ask me to marry him... i was scared. yes, instead of felt 'touching', i felt surprisingly nervous. i suddenly ran into rest room, and cried. seriously cried. i'm scared... perhaps, i just love the idea of 'getting married'. then i keep ask myself "benarkah saya mencintainya sepenuh hati??" #curcol #ceritalama :D

kembali ke percakapan absurd diatas, yang kemudian menjadi topik kicauan saya. berbagai komentar seputar cinta dan komitmen pun menyeruak. beragam. berikut beberapanya:

@ladyA: komitmen buat sy cm seutas benang yg gampang putus. bisakah kamu melupakan cinta? *tanya balik* re: Cinta atau Komitmen?
@kangKung: Definitely not agree !!! re: pria: 'cinta itu sampai thn pertama, selebihnya komitmen'
@ladyB: cinta = intimacy+passion+love
@priaBeristri: Bukan berarti gag cinta meskipun gag pernah mengungkapkan nya di facebook ataupun twitter :D ---> (yg ini saya reply) berlaku sebaliknya, bkn berarti cinta klo sering mengungkapkan lwt twiter or fesbuk..bs itu jd tuntutan komitmen :D (dan si pria beristri like this! dia berniat share d fb, tp gak jd katanya takut merusak silaturahmi... ahahaha #nomention).
dan malah ada yang nge-tweet 'komitmen pake selembar kertas bertandatangan, cinta pake Facebook?! :D '
 *sila simpulkan sendiri...heuuu*

anyhooo...
sakitnya hati ketika cinta kita tertoreh kecewa, lelahnya logika ketika komitmen dinomorsatukan... sebagian orang pernah merasakannya. mau berpihak pada yang mana? pada cinta yang melibatkan hati, atau komitmen yang menguras energi? terserah masing-masing. at the end yang dicari adalah kelanggengan. daya tahan dari sebuah relationship dan tentu saja kebahagiaan. setiap orang beda-beda cara dan kepentingannya.

No comments: