August 1, 2011

sahur minimalis

Ramadhan Day #1

bertepatan dengan hari senin, dan tanggal 1 Agustus bulan masehi. salah seorang teman tadi bertanya 'gmn sahur pertama? masak apa?' yang officially saya masak adalah nasi. dengan beras hasil mudik ke Bandung hari kemarin. pas saya bilang ke teman 'masak nasi aja, makan pake abon.' dan teman bereaksi 'hiks..'

saya: 'knp hiks? sy sahurnya minimalis bgt yak?'
teman: 'iyaa...jd inget bu puji...'
saya: 'haha iya yak, pdhl dulu pas di Balikpapan, rantangan bu puji lengkap plus buah n krupuk'
teman: 'iyaaaa...'

terbayanglah sekelebat ingatan akan masa-masa sahur di negeri nun-jauh disana. waktu merantau ke pulau kalimantan. 3 kali puasa, 3 kali rasanya gak pernah sahur kekurangan. meskipun sama-sama ngekos kaya sekarang, tp sahur selalu lengkap. gak pernah seminimalis nasi+abon. terbersit pikiran merindukan menu sahur yang lengkap macam dulu. berlanjut pada browsing menu-menu sahur yang sehat. yang katanya harus kaya protein dan serat. buah dan susu usahakan mesti ada. hmmm...

setelah mendarat disana-sini cari referensi menu sahur sehat, tiba-tiba ada yang mengusik saya. selama ada rejeki, mungkin boleh lah masak ini itu macam-macam demi memenuhi asupan sahur sehat. tapi gak dilarang juga, meskipun punya rejeki, kenapa tidak kita sahur minimalis (macam sy td subuh). karena dengan demikian, kita sebulan dalam setahun ini, bisa merasakan apa yang 'mereka' rasakan. kelaparan. yang nemu nasi aja udah syukur. nasi+abon tadi subuh sudah alhamdulillah mewah. nasi nya masih hangat, baru dimasak pake rice cooker semalamnya. abon nya juga enak. abon sapi yang gurih dagingnya masih terasa. masih bisa minum air bening yang segar tak tercemar, pleus 2 butir multivitamin. minimalis kah ini? dibanding dengan nasi sisa yang 'mereka' temukan di tong sampah. dibanding lauk yang hanya berupa tempe pun tak tiap hari ditemui. dibanding dengan air apa saja yang mereka telan sebagai penghilang dahaga.

ahh... nikmat yang mana lagi yang akan saya dustakan... sungguh sekecil-kecil nya hal yang terjadi di bumi ini adalah media pembelajaran yang disediakan Tuhan. Wallohualam...

No comments: