August 14, 2011

Yang Maha Adil

Ramadhan Day #14

Alhamdulillah, pekan kedua sudah terlewati dengan separuhnya mengutang puasa *takdir sebagai wanita*. Habis mudik dari kampung, kembali ke Jakarta membawa gembolan seperangkat makanan buka dan sahur. *Ah Ayah, Ibu, minggu depan juga saya kembali lagi, tak perlu menyiapkan ini itu segala macam. Mungkin mereka lupa, kalau Jakarta-Bandung hanya 2 jam saja dan setiap akhir pekan saya bisa dengan mudahnya pulang kampung..hihi..*

Kembali ke Jakarta artinya kembali ke kamar kosan. Sepetak daerah kekuasaan yang sepi dan gerah. Krik Krik Krik... tv tak punya kipas angin or AC pun tak ada :D. Selesai berbuka puasa dan sholat san segala macem, saya pun berakhir dengan kembali ke lap..top..! Cyber-time hehe... bersua dengan teman-teman dari berbagai penjuru. Sharing ini itu hingga sayapun kelepasan curhat colongan. Benar-benar curhat yang colongan karena mulanya kami berdiskusi masalah fotografi, tapi berlanjut pada saya yang curcol karena mengalami shock *halah, berlebihan hehe...* kalau sambil bertatap muka, mungkin curhatan saya sambil diiringi dengan ketawa nyinyir :D. Sambil terus diskusi tentang foto diselingi curcol, teman -yang kebetulan tau permasalahannya ini- kemudian bilang:
"Sabar aja ya, nanti juga Alloh nunjukin mana yg bener dan mana yg salah. Inget, Alloh mah ADIL"
Deg! satu kalimat yang simpel dan klise, tapi bikin 'ketukan' di kepala saya knock! knock!. Iya, benar... Dia-lah Yang Maha Adil. Saya sudah diperlihatkan banyak 'clue' akan keadilan-Nya. Sudah ditunjukkan jalan melalui banyak kuasa-Nya. Kalau patung Themis - Dewi Keadilan- di ruang-ruang sidang matanya ditutup, bermakna keadilan tak pandang apapun, justru Alloh bisa begitu adil karena mata-Nya yang terbuka lebar untuk melihat mana yang benar dan yang salah, yang baik dan yang buruk bagi kita, manusia ciptaan-Nya. Iya, mata-Nya. Hanya mata-Nya yang bisa demikian. Dialah Yang Maha Adil dengan segala caraNya -seringnya bagi manusia kurang ilmu seperti saya justru melihatnya sebagai sebuah ketidak-adilan :(

Subhanalloh... hanya dari chatingan ngalor-ngidul dengan seorang teman, malam ini saya diingatkan lagi untuk lebih 'bebenah diri', salah satunya adalah bersyukur atas segala takdir yang telah terjadi. InsyaAlloh, yang telah dan akan terjadi sudah dirancang dengan adil dan sebaik-baiknya oleh Yang Maha Adil. Walllohualam.

No comments: