October 13, 2011

Semoga Pagi Tak Kunjung Tiba

Aku nyaris terlelap berbalut selimut. Bergelung kedinginan berkostumkan jersey basketmu. Jersey putih dengan tulisan merah, nomor 14. Tentu saja kedodoran. Kamu yang seperti raksasa, aku yang seperti liliput. Tivi masih menyala, siaran review liga inggris dengan kamu yang masih terjaga. Aku bangun, ingin mengintip kamu. Ah ternyata kamu tak lagi terjaga. Matamu terpejam, tubuhmu terkulai di atas karpet. Kuselimuti kamu dan kubiarkan diriku tanpa selimut malam ini. Hanya ada satu selimut.

Baru satu menit, kamu malah terbangun. Mengembalikan selimut keatas tubuhku. Gusar dengan jaket yang semakin dirapatkan dan kaus kaki yang lekat. AC padahal sudah kunaikkan suhunya. Tapi memang tetap terasa dingin. Aku juga merasa dingin. 

Kemari, kesebelahku. Disini, di atas kasur empuk dengan selimut tebal. Kamu bisa lepaskan jaket dan kaus kakimu, kita berbagi selimut malam ini. Berbagi kehangatan lewat kata yang tak tersampaikan, dari hangat tubuh yang menjalar seketika begitu jari-jari kita berpautan. Waktu serasa terhenti. Dia ikut bersama kita menikmati hangat dibalik selimut. Tak ada kata, hanya ada aku dan kamu. Tak perlu berbagi cerita, semua kisah telah tersampaikan sesampainya hangatmu menjalari setiap sel di tubuhku. 

Kita diam dengan banyak kata. Sunyi dengan isi kepala yang ramai.

Malam ini hangat.

6 comments:

uchank said...

udah married ya mbak ?

tulisannya menggambarkan seperti itu :D

nice one :)

Agni Giani said...

saya belon married hehe... it's just writting anyway...

thx for reading ;)

Aniek Handayani said...

Always love to read your writting Agni....
Semangat terus... keep Writting...

Agni Giani said...

terimakasiii mbak aniek... keep reading jg yaah hehe :*

eldinsazali said...

Tulisannya bagus, menarik dan menggugah.I hope you continue to write more.

Agni Giani said...

@eldinsazali: thanks for reading :)