November 24, 2011

Clueless

kapan terakhir kalinya aku jatuh cinta? pertanyaan yang aku sendiri nggak bisa jawab. minggu lalu? bulan lalu? tahun lalu? entahlah. aku sendiri sampai sekarang masih belum ngerti apa itu jatuh cinta. yang aku tau, aku berteman dengan lelaki, sering jalan bareng, semakin bareng dan sayang dan (apa yang orang bilang) pacaran. that's it.

kata temanku, jatuh cinta itu bisa bikin orang nggak tidur. bisa bikin susah makan dan yang lebih parah adalah bikin senyum-senyum sendiri. hmmm kayanya aku gak pernah seperti itu. aku tetap tidur nyenyak, tetap enak makan, dan aku tentu saja nggak pernah senyum-senyum sendiri (memangnya aku sudah gila?!). aku nggak pernah mengalami hal-hal yang orang bilang 'gejala jatuh cinta'.

hingga detik ini. detik dimana aku telah menerima lamaran seseorang. dua bulan lagi akan menikah dan menghabiskan umur bersama seseorang itu. masih aku nggak merasakan adanya kupu-kupu di perutku (lagi-lagi, ini yang orang bilang bila jatuh cinta). lalu kenapa aku menerima lamarannya? logis saja, menikah itu kewajiban. separuh agama dan demi melestarikan ras manusia. logis juga untuk alasan aku dan dia merasa klik. merasa dapat bercerita apa saja dan merasa bebas menjadi diriku sendiri. that's it.

mulanya kami berkenalan. lalu saling sapa, berteman, saling berbagi cerita, saling ada di saat-saat penting, dan dia melamarku. begitu saja. dan kenapa tidak aku menikah dengannya. keluargaku senang, keluarganya senang. aku dan dia juga merasa senang. that's it.

kupu-kupu itu nggak pernah hadir di perutku. mungkin belum. entahlah. mungkin nanti, dikala ikrar suci di depan penghulu telah terucap, kupu-kupu itu akan datang menyerbu ke perutku. bukan hanya satu, mungkin kupu-kupunya akan datang satu kompi. entahlah.