January 31, 2012

end of january

Bila mundur sejenak ke setaun belakang, kami semua masih ada di Balikpapan. But now, 2012, 'tugas negara' bikin kami semua urbanisasi ke Jakarta. Dan kami pun satu kantor lagi. Hari minggu lalu ada kondangan yang jadi gathering orang-orang "ex-balikpapaners". Pasalnya, yang punya hajat adalah pasangan yg dipertemukan di Balikpapan-Base jaman dulu mereka masih satu company ama kita-kita. Eeeh teman2 dari 'The Blue' yg datang nya pun (secara coincidence) adalah ex-balikpapaners juga hahaha... so, judulnya mah reunian "Manggar Berjaya" *manggar, nama kelurahan tempat balikpapan base berada*

gedung msh kosong, udah photo booth
mantan abege manggar, obsesi model gak kesampean
  
ber4 rapicantik
ber6 rapicantik, ada yg ganteng nyempil
Di acara resepsi kemarin, yg punya hajat nyediain photo booth d salah satu corner. Waaaah tau aja nih tamu2nya doyan poto kekekek... Senang!! perut kenyang, hati senang karena berpoto ucul2 :D *siapin ember yak buat muntah :p *

ber2 sajah bersama lia... itu nama yg kawinan ya bkn nm kita :p
ber4 ex-manggar
ber4 ganti pose n properti.. *mulai lupa umur*
ber6... makin lupa umur
totally lupa umur... dan lupa klo lg kondangan *diliatin org2 yg antri poto*
Terimakasih pasangan manten baru Farina&Andar, senang datang ke hajatan kelian. Semoga menjadi keluarga bahagia selalu. *puasss deh horehore nya :D *

*eeerrrr poto pengantennya mana iniii??*

January 23, 2012

derita asthma

disclaimer: sebagian besar isi postingan ini hanyalah curhat semata akibat badan lagi not delicious ;)

As far as i know, faktor terbesar seseorang bisa kena asthma (okay, make it just asma) adalah genetik. alias keturunan. Dan gue, mewarisinya dari Nenek pihak Bapak. Nenek punya 4 anak, semua punya asma kecuali anak pertamanya, yaitu Bapak (lucky u!), tapi... ternyata malah gue yang kena.

Jaman gue SD, temennya Uwak asal Jerman yang seorang internist bisa tau si gue asma hanya dari tanda-tanda fisik gue. Entahlah apa itu gue juga gak paham jaman dulu. Sampe-sampe si Om dokter (yg gue lupa namanya ini) ngirim inhaler dari Jerman buat gue. 2 botol buat gue, 1 botol buat anaknya Uwak yg asma juga, ama 1 botol buat Abah (kakeknya sepupu gue). Dan sejak saat itulah gue, yang gak bisa minum obat tablet or kapsul or yg sejenisnya itu, akrab dengan inhaler. Entah sebenernya ini yang pada akhirnya 'memanjakan' gue, atau sebenernya gue tertolong karena ini, gue juga gak tau.

Punya asma itu menyebalkan. Setiap kambuh, berasa mau mati. Ya bayangin ajah, gak bisa napas kan ya metong. Berbagai upaya dilakukan supaya gue sembuh asma. Tapi ya gak bisa, asma itu gak bisa totally sembuh. Yang bisa dilakukan hanya menjaga agar jangan sampai kambuh. Disarankan gue supaya rajin berenang dan olahraga low impact, gak makan buah-buahan yang bergetah macam durian nangka rambutan, dan sangat bagus untuk menghirup angin yang bergerak macam angin pantai. Dokter juga melarang gue buat gak ketawa terlalu heboh, atau nangis terlalu bombay, tapi ya mana bisa. Di Bandung, gue gak pernah lepas dari jaket. Jangan sampe gue kedinginan, terus pilek, terus asma. Dan jangan terlalu capek juga katanya, bisa memicu asma juga. On contrary, gue adalah orang yang aktif. Aktif pisan dan gak betah berdiam diri. Ikut banyak kegiatan kesana kemari, juga doyan kemping dan hiking. So far, I made it. Meski dengan inhaler yg menemani, kaos kaki tebal, jaket yang juga tebal saking tebelnya gue ampe kelelep.

Sebenernya, udara Bandung gak cocok buat gue yang punya asma. Udaranya gak bergerak, terperangkap di dalam secara Bandung dikelilingi gunung. Paham kan yaaa? :D Berkebalikan sama udara Balikpapan. Meski terik naujubile, tapi lokasi tepi pantai itulah yang paling cocok ama asma gue. Udara yang bergerak. Angin pantai, yang mengganti udara kota. 3.5 tahun gue disana, asma gue gak pernah kambuh. Bahkan gue gak pernah punya inhaler. Padahal di Balikpapan, gue pun sama aktifnya. Dan sering momotoran malam-malam. Cukup buka jendela kamar, hirup udaranya, dan gue dapat bernapas lega, literally! ;) Balik ke jakarta, sebulan pertama gue udah pake lagi itu inhaler! Capek dikit langsung kerasa sesek. Demmit! *And today, adalah kali kedua gue ber-inhaler semenjak 8 bulan gue di Jakarta.*

Doa gue cuman dua untuk malam ini. Plis Tuhan, jauhkan asma dari gue dan semoga keturunan gue gak ada yang asma. Amin.




January 21, 2012

365 Lilin


Lusinan tea candle warna warni, dibawa teman dari Bali.
Lavender, green tea, lemon, cherry, vanilla, dan blueberry.
Bentuknya indah, seperti kelopak bunga teratai.
Ratusan lilin warna warni, aku beli dari toko kelontong dekat rumah.
Puluhan lilin aroma lavender warna ungu,
dua lusin aroma apel,
seratus buah tea candle citrus,
enam puluh buah tea candle lemon,
satu lusin tea candle wild cherry,
dan satu lusin tea candle blueberry.
Semuanya aku siapkan demi malam ini.


Lilin warna-warni, dijadikan satu dalam kotak karton bermotif pelangi.
Sampan kecil berwarna merah telah siap di tepi dermaga, 
menanti ratusan lilin warna warni yang aku bawa.


Malam ini lah saatnya.


Tepat pukul 12 malam. Dermaga Longikis mendadak berpendar cahaya temaram.
Ratusan lilin warna warni telah kunyalakan. Lilin pertama yang kunyalakan mungkin telah habis duluan hingga lilin terakhir berhasil kunyalakan.

Jumlahnya 365 buah lilin. Warna warni. Siap dilepas pergi ke tengah laut.
Aku pun siap. Melepas kamu sepenuhnya setelah 365 hari berlalu.


Baik-baik disana, Sayang... 
Diatas pasti jauh lebih terang dari terangnya 365 lilin yang kukirimkan malam ini.

January 12, 2012

Blind Date

Somehow, gue selalu merasa klo segala sesuatu bisa d 'temukan' lewat internet , dan ditanggapi temen gue 'somehow gw berharap jodoh juga bisa ditemukan lewat internet :D'. Sekarang udah gak aneh yah, ketemu jodoh lewat internet. Apalagi era facebook ini, orang bisa kaya mengenal orang lain dengan melihat facebook nya.

Dulu, jaman buah-buahan belum se-booming ini di dunia gadget, ketika masa-masa pengangguran setelah Tugas Akhir, ketika gue masih asik ber-mIRC dengan "asl pls"-nya, gue sempat beberapa kali mencoba peruntungan 'menemukan' jodoh lewat internet.

batman_kasarung: asl pls
electro_gurl: 19/f/bdg *eh gmn sih nulisinnya? :D*
electro_gurl: u (electro_gurl was my id, seringnya siiih)
......

Singkat cerita setelah nge-mIRC jadi hobi baru kala itu... dengan beberapa id yang asik, gue berlanjut chatting di YM (lebih personal), ngobrol ngalor ngidul, tukeran nomer hape, sms-an, janjian, dan kopdar. Dan ada pula beberapanya, ehm, berjudul 'blind date'. jeng jeng! Yeah, blind date! been there done that. Sekarang gue baru bertanya 'apa yang gue pikirkan kala itu??' kok mau-maunya blind date begitu saja, gimana kalau dia sindikat penculik, tukang tipu, penjahat penghipnosis, etc etc yang buruk-buruk?? Alhamdulillah, semua yang gue temuin gak ada yang begitu. Beberapanya bahkan ngajak ketemuan lagi *tapi gue ogah* dan ada yang sampai sekarang masih berteman ;)

Tapi itu dulu... masa-masa jahiliyah itu. Sekarag mah, gue udah banyakan parnonya. Boro-boro orang yang baru kenal via internet. Yang udah kenal nyata aja, gue masih suka skeptis. Well, people change and age never lie.

Kesimpulannya, khususnya buat temen gue yang pengen menemukan jodoh lewat internet, bahwasanya itu mungkin banget, tapi lo butuh 'skill' man! *sini gw ajarin step by step* :p


January 11, 2012

Resign

Dear You,


Here I propose you my resignation letter. Starting from today, I quit from your heart. I have decide that it is time to move on and I have accepted a position in someone else's heart. This was not an easy decision and took lot of consideration. However, I am confident that my new role will help me to move towards some of the goals I have for my life. 


I’d like to thank you for providing me with an opportunity to dive in to your heart while gaining a new excellent experience. I wish you joy in the future.


Sincerely,
Me



January 8, 2012

sempitnya dunia #2

Fenomena dunia sempit ato dunia kecil kembali terjadi sama si gue. Kalo perihal kenal-mengenal teman yang ternyata temannya teman, itu gak bisa keitung lagi saking seringnya dan ternyata saking sempitnya. Yang ini ada sangkut pautnya dengan bapake si gue. Setelah kejadian di scene #2 ini menyusul kejadian berikut setelah sesi malming bersama Bapak;

scene #1
Bapak: 'Udah ketemu belum ama anaknya temen bapak yang kerja di *E** (client yg gue datangi setiap pagi) '
Gue: 'Ihh ya siapa namanya? bagian apa? susah atuh carinya. Mana bukan kantorku'
B: 'Namanya **a... **a bla bla bla (nyebutin nama panjangnya). Tapi bapaknya juga gak tau dia di bagian apa..hehe..'
G: 'Hueee... orang itu mah kemaren lalu itu aku makan siang bareng Pak. Hahaha... yang orangnya bla bla bla (nyebutin ciri-ciri orangnya secara fisik)'
B: 'Oh udah kenal geuning hihi...'
G: 'Ya bapak baru bilang namanya...'
B: 'Ih engga, dari waktu itu udah kesebut namanya, tapi kamu bilang gak tau'
G: 'Ah masa??'
bla bla bla bla... berlanjut cerita-cerita deh tentang obrolan Bapak dan si Temannya bapak itu.

scene #2
B: *lagi cerita tentang anak pertama temannya*
G: 'Lho ko itu ceritanya sama ama ceritanya temen aku tentang kakaknya?'
B: 'Emang temen kamu teh siapa?'
G: 'Temen bapak itu namanya siapa? nama lengkapnya??'
B: 'Pak blabla *s*r*** udah pensiun tapinya'
G: 'Lhaa tuh kan bener, itu berarti bapaknya temenku. Nama belakangnya sama hahaha'
B: 'Emang temen dimana?'
G: 'SMP1 juga da, adik kelas... Ih meni sempit. Bapaknya saling kenal, anak-anaknya ternyata pada tau juga. Waks!'
Mamah (tiba-tiba nyamber): 'Capee deeeeh'

January 3, 2012

easy like sunday morning...

It's easy to be easy, even though (mostly) it's hard to be easy. Why so hard just to become easy? Easy is easy. As easy as the sun rises every morning, easy like every breath we take, easy like every eye we blink. And easy like sunday morning.

 
original version by Commodores, this one is my favorite version

January 1, 2012

.Persepsi.

segenggam daun, beberapa keresahan
bercerita tentang jarak dan waktu      

mereka menyebutnya perpisahan        
aku mengenalinya sebagai kerinduan  


[from the book Serangkaian Tunggu by Helena Adriany]

.Be to the Ngong.







Ya gini deh jadinya kalau potograper merangkap keluarga. Moto jadi gak fokus, yang ada malah bengong.*cari alibi*




*beberapa saat setelah ini, kamera malahan dah gak dipegang saya lagi. direbut bapak, saya disuruh ikutan baris berbaris bersama tim unyu lainnya -__-"! *

Setelah Satu Tahun

Dan satu tahun pun kembali berlalu...
Apa aja yang udah dilewati? Banyak! Sejak bulan Mei, kembali ke Jakarta. Officially, 2011 mostly saya habiskan di Jakarta. Pulang ke Bandung? Tak terhitung, nyaris setiap weekend. Happy? Tentu saja. Intinya, I feel really blessed with all the things happen at 2011. Resolusi 2012? perlu gak sih sebenernya?? Gak muluk-muluk ah, hanya ini saja.

Tahun baru ini, alhamdulillah tepat setaun berhijab. Insyaallah tetap istiqomah. Ini saya setahun lalu. Dan ini saya SEKARANG:




*iye tau, beda banget ama poto taun lalu. keliatan tambah tuir efek foto doang kok, beda mood :p