February 20, 2012

Waktu Untuk Merindu


Waktu Untuk Merindu - sebuah kumpulan cerpen


 Banyak waktu yang kita punya dan telah kita lalui dalam setiap helaan nafas kita sejak terbangun dari lelap dan kembali keperaduan. 
Banyak rindu yang kita hela disetiap nafas hidup ini, entah itu pada sahabat, orang tua, sebuah tempat penuh kenangan atau bahkan si kekasih tercinta.
Nikmatilah waktu.
Rasailah rindu.
Manfaatkan waktu, sesekali untuk mengungkapkan rindu…


presented by Nulisbuku Club Balikpapan


Teaser:

 45 Menit - Annisa F. Viramisyah
           07.00
Suasana salah satu ruang tunggu bandar udara internasional itu tampak mulai ramai. Para calon penumpang pesawat mencoba membunuh waktu menunggu dengan melakukan berbagai hal. Beberapa sibuk berbincang, beberapa yang lainnya terlihat sibuk dengan diri mereka sendiri.
Seorang pria, tinggi besar, berwajah panjang, sudah semenjak tadi memperhatikan seorang wanita berjaket coklat yang duduk di sebuah kursi dekat jendela kaca. Ia tahu wanita itu, ia mengenali wajah itu, namun ia ragu. Tak lama, ia memberanikan diri menegurnya.
“Hai...” suara pria itu terdengar seperti pita kaset yang rusak. Sebagian dirinya tidak siap atau bahkan sebenarnya enggan menyapa. Wanita itu menoleh dari buku yang dari tadi menjadi perhatiannya. Dahinya berkerut sebentar sebelum akhinya tersenyum dan berkata, “Oh, kamu. Hai.”
Kamu. Siapapun bisa dipanggil dengan sebutan orang kedua tunggal itu. Tapi khusus untuk dirimu, aku menyebutnya dengan alasan yang jelas dan sederhana.

Last Monday - Wini Rizkiningayu
Aku terbangun dini pagi ini. Kumatikan weker yang berbunyi tepat pada saat adzan subuh sayup-sayup terdengar. Segarnya pagi yang belum tercium jilat panas mentari, menyeruak masuk ke kamarku saat kaca jendela kubuka perlahan. Matahari masih belum kelihatan, tapi sayup kicau burung sudah mulai memenuhi udara. Ah, ini adalah sedikit damai yang terlupakan. Harusnya dalam 29 tahun ini aku bangun lebih pagi. Aku kerahkan semua daya untuk mengusir kantuk yang tak mau pergi dan meraup air wudhu. Lalu kugelar sajadah putih pemberian ibuku untuk ulang tahunku minggu lalu. Kanjeng Gusti, terima kasih untuk pagi.
 ***
CNN Monday : Sebuah meteor baru ditemukan. Ia diberi nama Illumina309. Ukurannya yang hampir setengah planet bumi menjadikan ia sebuah objek angkasa yang dahsyat tapi juga indah. Diperkirakan, meteor ini akan melintasi tata surya dan menyuguhkan pemandangan fantastis bagi seluruh umat manusia. Pemandangan sekali seumur hidup ini akan menjadi sebuah perayaan bagi seluruh dunia.


Sang Pengantin - Ardestya
05.00
“Kriiiiing!” dering telepon membangunkanku dari beauty sleep pagi ini.
“Selamat pagi, Ibu. Wake up call pukul lima paginya,” suara renyah operator di seberang sana.
“Oke, Mbak. Terima kasih.”
Aku menggeliat meregangkan tubuhku untuk membangunkan otot yang telah beristirahat semalaman, lalu beranjak ke pintu menuju area beranda yang tertutup oleh tirai tebal berwarna krem.
Hotel ini sungguh dirancang dengan baik. Semua detail desainnya meneriakkan kemewahan yang berkelas. Mulai dari ruangan penyambutan tamu, hingga detail terkecil seperti linen yang lembut menyentuh kulit saat tidur, detail pinggiran tempat tidur, minyak aroma terapi yang dibakar di dalam ruangan, dan karpet tebalnya yang sekarang membelai jemari kakiku yang telanjang. Tapi semua keindahan itu tak seberapa dibandingkan dengan pemandangan yang menyapaku ketika tirai itu tersibak. Sebuah infinity pool terhampar ditengah-tengah taman yang tertata cantik dan berakhir di ujung tebing yang berada tepat di atas Samudera Hindia. Amazing!

Obrolan Traffic Light - Damar Restio
10 tahun yang lalu... Ya kira kira 10 tahun yang lalu, saya menginjakkan kedua kaki di suatu persimpangan waktu siang. Lama sempat saya berdiri di situ terdengar karena ada obrolan menarik Si Traffic Light. Si Lampu Merah, Si Lampu Kuning, Si Lampu Ijo.
Si Lampu Ijo: "Lihat lah temans, gagahnya saya ketika menyala… Semua kendaraan laju cepat nian."
Si Lampu Merah: "Eits… tunggu dulu kawan. Lihatlah aku ketika menyala… Semua harus berhenti dan kupersilakan orang orang untuk menyebrang. Hahahlaha."
Si Lampu Kuning: *diam saja*

Rindunya Rindu - Agni Giani
Ini yang aku suka dari Balikpapan. Langitnya yang selalu bersih, biru dengan awan putih bak kapas. Pantainya dimana-mana, tentu saja. Kota ini memanjang di sebagian garis pantai Kalimantan Timur. Siang ini aku suka. Memandang laut dari ruangan kerjaku. Hijau dedaunan dari pohon di samping jendela dan biru gelap laut berbatasan dengan terangnya biru langit yang disinari matahari tropis. Suasana ini yang akan kurindukan sampai kapanpun.
“Ehm, permisi,” suara seseorang mengembalikan aku ke 'bumi' setelah hampir 5 menit aku mengagumi lukisan alam yang indah di depanku hingga tersenyum sendiri. Bukan seseorang sih, aku sebenarnya tahu siapa yang datang ini.
“Ya...” jawabku sambil membalikkan badan ke arah pintu, tempat sumber suara berasal.
“Gimana?” dia bertanya sambil masih berdiri di ambang pintu.
“Apanya? Uhm masuk. Nggak bagus berdiri depan pintu begitu,” aku balik bertanya sambil menggerakkan tangan mempersilahkannya masuk. “Gimana, udah dibuka?” dia bertanya lagi. Kali ini dia sudah duduk di kursi sebelahku.

how to order:
please visit the link below:
http://nulisbuku.com/books/view/waktu-untuk-merindu

or 

mention:
@damenky for Jabodetabek area
@mishavira for Balikpapan area (and around)


contact me for details: nengnongnenggung@gmail.com

6 comments:

-SleepyWini- said...

Ihiy akhirnya buku kita terbit juga *bahagia*... gw ikutan promo di blog juga ah..:D

Agni Giani said...

haruss promo doong... dimana2 yaaa fb tuiter blog email kantor juga looh gue :p

Just Lia said...

keleeeeeen xixix...sukses ya ni ^^.

Agni Giani said...

makasiii... bantu up ya gan :D

Ari said...

Blogger pada banyak yang nulis buku.. saya nulis catatan belanja aja dah. hahaha..

Agni Giani said...

hoho mgkn blog sbg latihan sblm jadi buku? :D