December 24, 2012

all we need is just a little patience

Kemarin lalu, Guns and Roses habis manggung di Jakarta. Meski tampil dengan formasi barunya dan sempat diundur sehari, konsernya tetap rame *Note: opa Axl, kamu perlu workout harder :D*. Saya... tentu saja gak nonton, cuman liat berita di tv. Berhubung saya bukan penggemar mereka dan cuman tau segelintir aja lagu-lagu mereka.

Salah satu lagu GnR yang saya tau adalah Patience. Suatu hari di beberapa tahun lalu, seseorang pernah kasih CD kompilasi sama saya, salah satu track-nya yaitu lagu ini *iya masih usum dulu ngasih CD kompilasi hehe*. Mau gak mau saya jadi dengerin lagu ini dong, mencari liriknya dan sempat hapal mati :D. Kata dia, "ini representatif kita saat ini..." #uhuk abege mode on deh hehe.

"Said woman take it slow, and it'll work itself out fine
All we need is just a little patience
Said sugar take it slow and we'll come together fine
All we need is just a little patience"
[Patience - GnR]

Apart from the song's contain and meaning, GnR ini ada benarnya sih...  terutama untuk segala hal yang kita rasa 'pending', atau pada perasaan gemes 'kenapa sih gagal melulu?'. Just take a breath, take some times, all we need is just a little patience.

December 13, 2012

made my day

My precious has arrived!
Nemu dimari, dikirim ke hotel teman yang lagi training disono. Dan sekarang sampai ditangan saya dengan selamat. Alhamdulillah masih ngutang.


weezer-nya glow in the dark
 

December 7, 2012

who need complicacy?

"...cooking is the best! back to basic, who need complicacy? :D..."


That really is true! definitely agree with my besty statement. Lebih ribet bikin sambel terasi ulek (dan masakan Indonesia lainnya) daripada aglio olio. Kalau ada yang udah mengernyit duluan denger nama masakan-masakan bule, believe me! cooking Indonesian traditional food are 10 times more complicated than them(mostly). That's what Indonesian called 'the art of cooking' while bule food lebih mengusung simplicity, quick and easy -imho.

"Sebenernya tiap bhn mknan udh pnya rasa sndiri, jd bumbu cm buat touch up doank -Gordon Ramsay", tambah si temen di twitter-nya. Tring! prinsip 'gue banget' hahaha...(well, at least I have an excuse for my laziness :D ). Untuk apa menutupi rasa daging yang sudah enak dengan banyak bumbu? Dengan mengusung prinsip ini, modal saya kalo masak mostly hanya bawang putih, merica, gula dan garam. Kalau lagi kebetulan masak bareng temen-temen kosan (masak makanan masing-masing), pasti saya juaranya. Paling cepet preparation dan paling cepet selesai. Yaialah cuman nge-grill ikan/ayam dan merebus sayuran. Atau bikin aglio olio, lagi-lagi dengan rebusan sayur. Mau niat dikit, bikin cream sauce sendiri (which is quick and easy also). Paling malas ya motong-motong buah dan selada mentah buat bikin salad. I even made my dinner without turn-on the stove ;). Sementara, teman-teman yang lain masih ngiris-ngiris sayuran, ngupas-ngupas dan ngulek-ngulek bumbu, bahkan terkadang sampai pakai 2 pan bersamaan. Goreng tempe pake tepung bumbu. Goreng udang pake terigu, telur dan tepung roti. Saya udah selesai makan, yang lain masak aja masih belum beres.. heu... Me, wouldn't make myself complicated while cooking for myself ONLY. Iya, yang makan cuman saya sendiri. Yang beresin bekas masak dan makan saya pun sendiri, jadi buat apa 'repot-repot'? hehe... (pemalas yaaa).

So why complicate while you can make it easy and simple?

December 3, 2012

time flies

Mixed feeling, went to the same photo spot after couple of years pass me by. Mix between excited feeling and... the fact that time has fly, some years has gone away. Me, still here.

early 2010

end of 2012

Kota Tua after (almost)3 years... still fall in love with this spot, this window.

shoes never fail me

shoes never fail me.
new shoes always boost my mood.