December 6, 2013

how 'east' oh you eastern people?*

Pagi ini saya bikin teh di pantry, barengan ama manager saya mbakyu dari Canada. Habis doi nuang air panas dari heater buat kopinya, sambil senyum doi nawarin 'Do you want me to make some for you? you need hot water also right?'. Doi nawarin air panas dari heater yang kebetulan habis setelah dituang ke tumblernya. 'No thank you, i can use warm water from dispenser' *sambil smile, brightly. both of us.*

Ketika saya kembali ke meja, ada beberapa engineer (termasuk baru, all Indonesian) lagi berkumpul di meja besar di tengah ruangan kami(=saya dan teman-teman satu tim). Salam hati 'oh lagi pada nge-print label..' Gak beberapa lama, setelah selesai mereka pergi meninggalkan ruangan kami. begitu saja. Tanpa sepatah kata. meninggalkan saya yang speechless, sampe akhirnya gatel dan bilang 'makasiiih!' *sambil rada mendengus* *mereka gak denger*. Fyi, saat itu diruangan ada saya dan 4 orang lainnya, ada yang lebih tua dari saya juga dan pastinya lebih tua dari mereka semua. 


Saya jadi ingat pernah baca postingan seseorang (ngebuka link dari FB teman), tentang 'ke-timur-an di barat'. Yang inti tulisannya bahwa di barat sana, budayanya lebih timur dari orang timur sendiri dan tanpa pandang bulu. 

Tempo hari saya juga pernah posting tentang habit orang di elevator (kebetulan yang dibahas laki-laki). Intinya mirip, yang kita sering sebut 'orang barat' nyatanya lebih timur dari yang menyebut diri 'orang-timur-yang-ramah-dan-sopan'.

Balik ke pengalaman saya pagi ini. jujur, I was upset sama engineer-engineer muda ini. Mereka layaknya datang ke rumah orang tanpa permisi, pinjem barang dan kemudian pergi tanpa pamit. Saya kira mereka izin untuk pakai barang sama teman saya, yang ternyata tidak. Dan mendapati fakta bahwa mereka pergi tanpa permisi (apalagi terimakasih) sambil melewati rekan kerja yang lebih tua (senior), really made me mad. Sorry to say, tapi dari perlakuan akan hal kecil seperti ini sudah bisa terlihat 'sebesar' apa kalian. Indonesian youngster, thanks for ruined 'the eastern image'.

Somehow, orang timur (in this case; Indonesian) ini ramah mungkin memang, tapi pada siapa? pada orang barat? bule? expat? iya, mungkin iya. Orang timur yang dibelahan sini 'men-dewa-kan' expat. Ramahnya luar biasa (sampai kadang menjilat) pada orang asing. Tapi pada bangsa sendiri? NO! And that what's make us 'selalu terjajah'. And oh... I feel ashamed, comparing what happen with me in the pantry and when I met those lack-of-manner-engineers.


*Indonesian chapter
**ini saya bukan lagi jelek-jelekin bangsa sendiri kan ya? :D

4 comments:

piqs said...

Perilaku orang Asia yang mendewakan bule itu bukan cuma di Indonesia aja. Di Jepang dan Korea saya liat juga gitu, entah kenapa.

Saking umumnya, gejalan ini punya sebutan yang pasti Agni udah pernah denger: pinkerton syndrome

Agni Giani said...

Piqs, aku baru tau klo di jepang dan korea juga begitu... :(

piqs said...

Pokoknya, asal bule gampanglah cari pacar orang asia, kkk

Lia said...

sayangnya begitulah perilaku kebanyakan bangsa Indonesia yang dikenal ramah...padahal ramahnya sama bule sih :D