January 2, 2015

force to take IELTS #curhat

Akhir November lalu, karena satu dan lain hal, saya terpaksa ikutan IELTS. Apa sih IELTS itu? untuk yang belum familiar, saya bakal share sedikit seputaran IELTS:

Apa sih IELTS?
International English Language Testing System. English competency test buat kamu yang mau sekolah/kerja khususnya ke UK, Australia, New Zealand, atau Canada. TOEFL gak berlaku di negara-negara tersebut, tapi IELTS (setahu saya) bisa dipake di semua english-speaking country. IELTS ini pake standar english UK. Jadi, spelling, accent, etc pake UK style. Singkatnya begitu.
Ada 2 jenis tes:
1. Academic
2. General Training

Tes-nya gimana?
ada 4 hal yang di-tes-kan di IELTS:
1. Listening - durasi 40 menit
Ada 40 soal dalam beberapa bagian. Tipe soal mencakup isi tabel, isi soal, pilihan ganda, etc. Tipe soal yang keluar bakal random dalam setiap tes. Listening ini sama untuk Academic dan General Training.
2. Reading - durasi 60 menit
40 soal juga. Kali ini berbeda soal antara Academic dan GT. Tipe soalnya pun random, baca tabel, beberapa wacana, etc.
3. Writing - durasi 60 menit
Ini bagian yang bikin saya grogi abis. Selain cari ide apa yang mau ditulis, kan kan kan grammarnya juga harus diperhatikan. Sampai ke titik koma. And I'm really bad in writing good english. Maklum aja english is my 3rd language (setelah Sunda dan Indonesia :D ).
4. Speaking - 15-20 menit (aja)
Nah ini baru bagian paling PD. Karena apa? karena anggap aja lagi ngobrol ama bos lah... bacot aja (grammar salah-salah dikit masih dimaafkan :D).

Suka-duka IELTS #curhat
Gak ada sukanya. Saya hanya punya waktu 2 minggu (12 hari) untuk prepare. Prepare sendiri, gak ada waktu buat ngambil kelas intensif IELTS. Sambil grogi dan deg-deg-an dan blank karena ini adalah kali pertama saya IELTS, saya in hurry 'belajar'. 12 hari full, malam setelah pulang kerja dan pagi habis subuh sampai menjelang jam kantor. Saya menyusun schedule belajar selama 12 hari itu (eh 11 hari deng, malam ke-12 udah istirohat). Berikut step by step saya menjelang IELTS:
1. Registrasi IELST via www.ieltsindonesia.co.id
2. Download semua materi yang dikasih sama penyelenggara. Habis registrasi ielts, penyelenggara ngasih link website untuk kita login dan belajar dari sana. Selain ada soal-soal latihan, juga ada video tips n trick IELTS. Ini berguna banget.
3. Selain download dari situ, saya juga download materi-materi latihan dari website ieltsindonesia.co.id
4. Beli buku latihan IELTS, berikut rekomendasi buku-buku latihan IELTS (berdasarkan rating amazon dan hasil googling):

TOP list buku ielts
http://www.test-study-guides.com/best-ielts-books/

Berikut ini beberapa buku yang saya temui di toko buku di Indonesia:

Kaplan
Paling standar tapi oke. Gak terlalu tebal, pas untuk yang mepet.

Harga: 249K (gramedia)
















Kalau punya waktu banyak, buku ini cocok. Super tebel dan lengkap banget. Di dalem paketannya ada beberapa buku IELTS practice.

Harga: 594K (gramedia)














McGraw Hill's
 General training practice nya cuman 1 paketan. Menariknya, materi gak dikasih secara gamblang, kita suruh lengkapin kalimat sendiri. Lama sih jadinya (saya gak selesai ngupas buku ini.

Harga: 300K (gramedia)

*ini sebenarnya gak ada dalam daftar buku rekomendasi, tapi pas saya ke gramedia terdekat, cuma buku ini yang ada. tapi cukup usefull juga sih










5. Bikin 'practice schedule'
Semacam jadwal lah, time table, hari ini ngapain, besok apa, etc. Berguna buat set target, sambil countdown menuju D-Day IELTS. Dan ingat, harus patuh yaaa... selama 2 minggu itu, saya gak keluar weekend, gak ada ke mall sepulang kantor, gak ada nonton Korea, gak ada dengerin lagu selain lagu berbahasa inggris. Tontonan ganti ke serial UK hehe... berlebihan tapi membantu banget :D

Hikmah dibalik keterpaksaan untuk tes IELTS adalah... ya kalau gak dipaksa gini, mungkin selamanya gak bakal IELTS2an segala (ya buat apa juga hehe). Oh ya dan hasilnya gimana? Alhamdulillah lulus, nilainya melebihi (dikit) dengan yang disyaratkan.

No comments: